Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Momentum Nataru, Cuan Industri Mamin Naik 15%

Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru memberikan berkah bagi pelaku industri makanan dan minuman (Mamin).
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa/ Kemenperin
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa/ Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA- Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) memproyeksi kontribusi momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mampu mengungkit kinerja industri mamin hingga 15%. 

Ketua Umum Gapmmi, Adhi S. Lukman mengatakan momentum Nataru memberikan kontribusi kenaikan produksi secara bulanan. Kendati demikian, dia belum dapat mengungkap peningkatan dari segi penjualan ritel. 

"Momen nataru ada sedikit kenaikan namun tidak sebesar puasa lebaran. Perkiraan biasanya sekitar 10-15% di atas rata-rata bulanan," kata Adhi kepada Bisnis, Rabu (27/12/2023). 

Nataru menjadi berkah bagi industri mamin yang tengah mengalami pelambatan akibat pengaruh geopolitik global yang memicu peningkatan harga bahan baku. Momen Nataru diyakini memperkuat permintaan domestik. 

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri mamin mencapai 3,28% pada triwulan III/2023, lebih rendah dibandingkan kuartal II/2023 sebesar 4,62%. 

Pertumbuhan industri mamin semakin melemah pada kuartal kedua tahun ini yang melanjutkan tren yang terjadi pada kuartal pertama sebesar 5,33%. 

Gapmmi menyebut bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran terjadinya pergeseran pola pengeluaran konsumen di dalam negeri. Dalam hal ini, masyarakat mulai memprioritaskan belanja pengalaman seperti wisata ketimbang membeli makanan.

Kendati melemah, subsektor industri makanan dan minuman masih menjadi kontributor terbesar di sektor industri manufaktur Indonesia sebesar 6,59%. 

Dari segi ekspor, produk mamin masih cukup baik di tengah gejolak geopolitik dunia. Adapun, ekspor makanan olahan dan semi-olahan naik 8% (yoy) sepanjang semester I/2023. 

Kondisi ini didorong oleh ekspansi ke pasar-pasar negara berkembang, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Industri mamin juga mampu mengekspor produk ke sejumlah negara yang pasokannya terhambat, seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Sebelumnya, Gapmmi menargetkan industri makanan dan minuman dapat tumbuh positif antara 5-7% pada akhir 2023. Optimisme tersebut mengingat berlangsungnya tahun politik hingga nataru. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper