Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Libur Akhir Tahun, MTI: Kawasan Wisata Jadi Titik Kemacetan

MTI menilai kawasan wisata akan menjadi titik kemacetan saat libur akhir tahun 2023.
Wisatawan di kawasan Tanah Lot, Bali pada Rabu (14/12/2022). - Bloomberg/Nyimas Laula
Wisatawan di kawasan Tanah Lot, Bali pada Rabu (14/12/2022). - Bloomberg/Nyimas Laula

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta otoritas terkait untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan masyarakat ke objek-objek wisata selama periode libur akhir tahun 2023.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat Djoko Setijowarno menyebut kepadatan aktivitas masyarakat pada libur akhir tahun ini akan lebih banyak terjadi pada tempat wisata. Dia menilai, arus mudik dan balik pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak setinggi dibandingkan dengan masa libur Lebaran.

“Saya lihat libur Nataru lebih ringan penanganannya untuk mudik dan balik. Justru yang akan macet di kawasan-kawasan wisata,” kata Djoko saat dihubungi, Rabu (27/12/2023).

Oleh karena itu, dia meminta pemangku kepentingan terkait baik pusat maupun daerah untuk mempersiapkan regulasi-regulasi serta skenario pengaturan lalu lintas. Hal tersebut untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan pergerakan masyarakat.

Dia menuturkan, salah satu hal yang perlu disiapkan di sekitar kawasan wisata adalah kantong parkir. Djoko mengatakan, kantong parkir tersebut sebaiknya berada cukup jauh dari lokasi wisata untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.

Kemudian, pemerintah setempat juga dapat menyediakan angkutan atau shuttle yang membawa masyarakat dari kantong parkir ke lokasi wisata tersebut. Penyediaan angkutan tersebut menjadi penting untuk menunjang mobilitas masyarakat ke objek wisata.

“Nanti silahkan tarif parkirnya bisa digratiskan atau semurah mungkin. Agar tidak rugi, tiket masuk ke objek wisata juga bisa dinaikkan,” ujar Djoko.

Lebih lanjut, skema-skema rekayasa lalu lintas seperti satu arah (one way) juga perlu disiapkan berserta dengan waktu pemberlakuannya. Djoko menuturkan, rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi wisata harus menyeimbangkan antara kebutuhan warga sekitar dengan para masyarakat pengunjung.

Sementara itu, terkait puncak arus balik libur Nataru 2024, Djoko menuturkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan instansi terkait lainnya  juga perlu memaksimalkan persiapan-persiapan yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Mungkin persiapannya standar saja, karena ini sudah akan merata arus baliknya. Ada yang tanggal 26-27 kemarin sudah kembali karena harus bekerja, ada juga yang nanti kembali pada 31 Desember-1 Januari, jadi sudah tersebar kepadatannya,” kata Djoko.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memproyeksikan puncak arus balik libur natal dan tahun baru (Nataru) 2024 terjadi pada 1-2 Januari 2024. Dia menuturkan, puncak arus mudik pada Nataru tahun ini sudah terjadi pada 23-24 Desember 2023 lalu.

Menurutnya, jumlah masyarakat yang melakukan mudik sebelum tahun baru tidak akan signifikan. Hal tersebut karena mereka telah memanfaatkan momentum libur natal untuk bepergian.

"Untuk puncak mudik besar kemungkinan terjadi setelah dan sebelum tahun baru. Kalau sebelum tahun baru tidak banyak, karena banyak yang sudah mudik. Tapi di tanggal 1-2 Januari 2024 nanti akan terjadi puncak arus balik," kata Budi Karya di Gedung Kemenhub.

Seiring dengan hal tersebut, Budi Karya mengatakan pihaknya akan mempersiapkan puncak arus balik sebaik-baiknya dengan seluruh instansi terkait. Hal tersebut dilakukan mulai kesiapan transportasi umum hingga rekayasa lalu lintas seperti contraflow jika terjadi kemacetan.

Dia juga meminta seluruh sektor transportasi, baik udara, laut, darat, dan kereta api untuk mempersiapkan puncak arus balik ini seoptimal mungkin. 

“Semua sektor yakni udara, laut, darat dan kereta api konsentrasi pada titik itu, bagaimana penjualan (tiket) dilakukan lebih awal supaya yang akan balik dilayani relatif lebih baik," kata Budi Karya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper