Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Asita Ramal Bisnis Perjalanan Wisata saat Libur Nataru Tumbuh 30%

Dampak positif libur nataru terhadap bisnis perjalanan wisata diekspektasikan kembali meningkat.
Foto aerial Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/11/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Foto aerial Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/11/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) memprediksi bisnis perjalanan wisata akan meningkat selama periode liburan natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru). 

Menurut Wakil Ketua Asita Budijanto Ardiansjah, permintaan travel perjalanan domestik di kalangan wisatawan nusantara meningkat hingga 30% lebih tinggi pada masa Nataru kali ini, dibandingkan dengan tahun lalu. 

"Ini masih berjalan sampai akhir tahun, tetapi diperkirakan ada kenaikan sekitar 30% dari tahun lalu," kata Budijanto kepada Bisnis, Senin (25/12/23). 

Dia mencatat, reservasi paket perjalanan yang menjadi favorit wisatawan nusantara yaitu liburan ke Bali, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Malang, Lombok, dan Labuan Bajo. 

Namun, terdapat sedikit kendala yang menghambat pertumbuhan bisnis perjalanan wisata saat ini yakni tinggi nya harga tiket transportasi domestik, sehingga ada keraguan di kalangan wisatawan. 

"Kita berharap situasi yang kondusif menjelang pemilu sehingga peningkatan pergerakan wisata akan terjadi dan tetap stabil di tahun 2024," tuturnya. 

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mencatat potensi pergerakan masyarakat pada masa Nataru 2023/2024 yang mencapai 107,63 juta orang. 

Angka prediksi tersebut lebih tinggi atau naik 143,65% dari pergerakan tahun lalu sebesar 44,17 juta orang. Masyarakat diramal akan banyak berpergian atau liburan ke lokasi wisata dan pulang kampung. 

Berdasarkan hasil survei Kemenhub, 5 daerah asal pergerakan terbesar yaitu, pertama Jawa Timur 16,30% (17,54 juta orang). Kemudian, Jabodetabek 13,76% (14,81 juta orang), Jawa Tengah 13,21% (14,22 juta orang), Jawa Barat 10,39% (11,18 juta orang) dan Sumatera Utara 6,93% (7,45 juta orang).

Sementara, 5 daerah tujuan perjalanan terbesar yaitu, pertama, Jawa Timur 15,18% (16,34 juta orang). Kemudian, Jawa Tengah 13,80% (14,86 juta orang), Jawa Barat 11,62% (12,51 juta orang), Jabodetabek 9,19% (9,89 juta orang), dan D.I Yogyakarta 8,92% (9,60 juta orang).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper