Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Janji Kementerian Perindustrian ke Para Pengusaha Mebel dan Kayu

Terdapat lebih dari 1.600 perusahaan di industri furnitur atau mebel dan industri kayu olahan.
Pengunjung berada di salah satu stand pameran International Furniture Expo (IFEX) 2017 di Jakarta, Senin (13/3)./JIBI-Dwi Prasetya
Pengunjung berada di salah satu stand pameran International Furniture Expo (IFEX) 2017 di Jakarta, Senin (13/3)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian atau Kemenperin menyatakan akan menjamin kebutuhan data bahan baku yang terintegrasi dari hulu ke hilir semakin mudah diakses pelaku industri kayu olahan dan furnitur

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengatakan hal tersebut seiring dengan fasilitas pertukaran data antara Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Lestari (SIPHL) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kemenperin.

"Manfaat untuk pelaku industri adalah nantinya diharapkan ada dashboard ketersediaan bahan baku kayu dan offtaker industri hilir sehingga proses aliran bahan baku kayu ke industri jadi lebih cepat," kata Putu dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (17/12/2023). 

Sementara itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan pertukaran data untuk memantai transparansi aliran data bahan baku kayu kepada sektor hilir maupun sebaliknya sebagai bahan data dalam pengambilan kebijakan. 

Adapun, fasilitator pertukaran data tersebut juga ditenggarai oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) yang memastikan hal tersebut tidak memberatkan pelaku industri hulu dan hilir.

"Interkoneksi antara SIPHL KLHK dan SIINas Kemenperin ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan, dan juga kepada para pelaku industri kayu baik di sektor hulu maupun sektor hilir," ungkapnya.

Target utama adanya interkoneksi sistem ini yakni terjadinya pertukaran data 2 arah lewat sistem online. Data penggunaan kayu dan produk olahan kayu tersedia secara real-time melalui dashboard  yang mendukung pemerintah memonitor produksi dan penggunaan kayu serta produk olahan kayu industri dalam negeri.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret sinergi antar lembaga untuk mendukung ketelusuran bahan baku hingga menjadi produk kayu jadi serta untuk meningkatkan produksi industri kehutanan Indonesia. 

Sebaga informasi, industri olahan kayu, rotan, bambu sebagai salah satu subsektor industri agro memberikan kontribusi sebesar 4 persen dengan nilai kinerja ekspor mencapai US$4,66 miliar.

Berfasarkan data SIINas dan Asosiasi, jumlah industri kayu olahan (KBLI 16) terdapat 520 perusahaan dengan serapan tenaga kerja langsung sebanyak 310.330 orang. 

Total realisasi investasi industri kayu olahan di Indonesia sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2022. Sementara itu, tercatat kinerja ekspor industri furnitur menembus USD2,47 miliar pada tahun 2022. 

Sementara, jumlah industri furnitur (KBLI 31) sebanyak 1.114 perusahaan, dengan serapan tenaga kerja langsung hingga 143.119 orang. Sedangkan total investasinya tahun 2022 sebesar Rp2,9 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper