Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Modal Asing Rp7,03 Triliun Banjiri RI pada Pekan ke-4 November, Terbesar di SRBI

BI mencatat terjadi aliran masuk modal asing sebesar Rp7,03 triliun hingga pekan ke-4 November. Paling jumbo di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Ilustrasi modal asing dalam bentuk mata uang dolar AS. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Ilustrasi modal asing dalam bentuk mata uang dolar AS. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi aliran masuk modal asing sebesar Rp7,03 triliun di pasar keuangan domestik pada pekan keempat November 2023.

“Berdasarkan data transaksi 20–23 November 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp7,03 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui keterangan resmi, dikutip Minggu (26/11/2023).

Erwin menyampaikan, jumlah tersebut terdiri dari beli neto sebesar Rp1,59 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan beli neto Rp0,30 triliun di pasar saham.

Selain itu, BI juga mencatat inflow di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp5,13 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, sepanjang 2023 atau hingga 23 November 2023, Erwin mengatakan aliran masuk modal asing di pasar SBN mencapai Rp62,54 triliun.

Pada saat yang sama, tercatat outflow atau aliran keluar modal asing dari pasar saham sebesar Rp17,77 triliun, sedangkan di SRBI tercatat inflow 27,14 triliun.

Erwin menyampaikan, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 23 November 2023 tercatat sebesar 73,85 bps, turun dibandingkan per 17 November 2023 sebesar 74,40 bps.

Sejalan dengan itu, tingkat imbal hasil SBN 10 tahun pada Jumat pagi (24/11) tercatat stabil di 6,63% dibandingkan dengan Kamis (23/11).

Sementara itu, Bisnis mencatat, nilai tukar rupiah pada Jumat melemah 0,08% atau 12 poin ke level Rp15.565 per dolar AS.

Erwin mengatakan, BI ke depan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper