Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Jamin Proyek IKN Berlanjut Usai Pemilu 2024, Ini Alasannya

Jokowi meminta agar tidak ada lagi kekhawatiran terkait nasib pembangunan IKN usai Pemilu 2024.
Presiden Jokowi di Menara Pandang, kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (23/2/2023) - Humas Setkab/Agung.
Presiden Jokowi di Menara Pandang, kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (23/2/2023) - Humas Setkab/Agung.

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak ada lagi kekhawatiran terkait nasib pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah pergantian pemimpin Indonesia pada 2024.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak pihak yang khawatir bahwa selepas Pemilihan Umum (2024) terjadi, maka pembangunan IKN tak akan berlanjut. Padahal, dia meyakini bahwa potensi itu minim sekali terjadi.

"Jadi kalau masih ada khawatir, khawatir apa? Undang-undangnya sudah ada. Undang-undangnya didukung 93 persen fraksi partai-partai di DPR. Apalagi? Takut apalagi? Takut pemilu?" kata Jokowi di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kamis (2/11/2023).

Jokowi pun menilai merupakan hal lumrah apabila tensi politik saat ini memanas jelang Pemilu 2024. Namun, dia mengingatkan agar tensi yang memanas ini tidak makin dikompori, khususnya oleh para pengusaha.

Apalagi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meyakini bahwa Indonesia sudah makin dewasa dalam berdemokrasi sehingga perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dan sudah biasa terjadi setiap 5 tahun sekali pesta demokrasi berlangsung.

"Ya kalau pemilu anget-anget dikit, agak panas kan enggak apa-apa. Yang paling penting bapak ibu jangan beli kipas, ngipasin. Ibu-ibu beli kompor, manas-manasin. Beda pilihan biasa, gitu. Yang milih semuanya rakyat. Bapak seganteng apa pun kalau rakyat enggak seneng bagaimana? Bapak senengnya yang ndeso-ndeso kayak saya gini? Ini pilihan rakyat dan persaingan dalam kompetisi pemilu biasa-biasa saja," ujarnya.

Tidak hanya itu, dia mengingatkan para pengusaha agar fokus di bisnis saja dan tidak perlu untuk belajar terjun sebagai politisi. Penyebabnya, Jokowi menilai bahwa yang paling penting adalah semua kompak setelah pemilu usai.

"Bapak ibu kan biasa di bisnis, di ekonomi, enggak usah lah belajar jadi politikus. Kadang-kadang ngomentari malah bisa keliru. Yang paling penting setelah bertanding, setelah berkompetisi nanti, kompak lagi, bersatu lagi, untuk negara dan bangsa yang kita cintai," pungkas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper