Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Alat Berat United Tractors (UNTR) Turun 3,72%, Imbas Pemilu 2024

United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan anak usaha Astra (ASII) memproyeksikan penjualan alat berat dapat mencapai 5.800 unit sampai akhir 2023.
Alat berat dari UNTR beroperasi disaah satu tambang milik perusahaan./foto-UNTR
Alat berat dari UNTR beroperasi disaah satu tambang milik perusahaan./foto-UNTR

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan alat berat entitas PT Astra International Tbk. (ASII), yakni PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengalami penurunan 3,72% sampai kuartal III/2023.

Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis mengatakan penjualan alat berat sepanjang Januari-September 2023 mencapai 4.365 unit, turun 3,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebanyak 4.534 unit.

“Sebagian besar penurunan terjadi di sektor konstruksi karena menjelang Pemilu 2024 biasanya proyek infrastruktur melambat,” ujar Sara kepada Bisnis, Rabu, (25/10/2023).

Dia pun memproyeksikan penjualan alat berat dapat mencapai 5.800 unit sampai akhir 2023. Namun, proyeksi tersebut masih dalam tahap peninjauan ulang dari jajaran manajemen.

Adapun, manajemen United Tractors sebelumnya memasang target penjualan alat berat hingga 6.000 unit sampai akhir tahun lantaran industri komoditas masih terbilang positif saat awal 2023.

Data terbaru Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) pada Senin (25/10/2022), menunjukkan produksi alat berat mencapai 6.248 sampai kuartal III/2023, turun 3,16% secara YoY dari 6.452 unit.

Produksi alat berat pun masih didominasi oleh hydraulic excavator sebanyak 5.279 unit. Kemudian disusul oleh bulldozer 593 unit, dump truck 345 unit, dan motor grader sebanyak 31 unit.

Ketua Umum Hinabi Jamaluddin menyebut turunnya produksi alat berat disebabkan oleh sektor tambang yang sedang lesu akibat harga komoditas yang menurun. Adapun Hinabi masih memasang target produksi alat berat sebanyak 10.000 unit sampai akhir 2023.

“Penurunan ada di sektor mining. Salah satu penyebabnya commodity price,” ujar Jamaluddin kepada Bisnis, Senin (25/10/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper