Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perusahaan Alat Berat asal China Genjot Produksi Lokal, Volume Tembus 5.000 Unit

Perusahaan alat berat milik China, PT Sany Indonesia Machinery berkomitmen mendongkrak produksi lebih dari 100 persen dalam setahun.
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan alat berat milik China, PT Sany Indonesia Machinery, berencana meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia dari 2.000 unit menjadi 5.000 unit dalam setahun.

Perihal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang yang berharap investasi ini dapat mempercepat pemulihan subsektor industri alat berat di Tanah Air.

“Karenanya, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh para pemangku kepentingan dan jajaran Direksi PT Sany Indonesia Machinery atas komitmennya membangun industri alat berat di Indonesia,” kata Agus lewat siaran pers dikutip Kamis (14/9/2023).

Upaya menambah kapasitas yang dilakukan tersebut akan sangat berpengaruh signifikan bagi industri alat berat yang sedang menghadapi lonjakan permintaan tetapi mengalami keterbatasan kapasitas produksi.

Tahun ini, kata Agus, kebutuhan alat berat secara nasional mencapai 20.000 unit. Sementara itu, kapasitas produksi industri alat berat di dalam negeri masih sekitar 10.000 unit.

Dari segi regulasi, pemerintah menyediakan kemudahan bagi para investor melalui PP No. 5/2023 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

“Investasi baru pada industri alat berat juga diharapkan dapat menarik investor lain untuk ekosistem industri pendukung alat berat,” ujar Agus.

Ekosistem industri yang dimaksud, sambungnya, yaitu industri komponen alat berat seperti industri fabrikasi bucket excavator, serta industri subkomponen alat berat, seperti industri tubing dan pengecoran subkomponen lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper