Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Australia Barat: Indonesia Teman Lama, Masalah Gandum Bakal Jadi Prioritas

Australia Barat menilai bahwa telah menjalin hubungan baik dengan Indonesia sejak lama, sehingga pengiriman gandum kepada Indonesia akan menjadi prioritas.
PM Australia Albanese mengajak Presiden Jokowi menaiki kapal dari Dermaga Admiralty House menuju Dermaga Taronga Zoo, Selasa (4/7/2023).  Albanese mengaku sedih tak bisa mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersepeda berkeliling di halaman belakang Admiralty House saat kunjungan kenegaraannya ke negeri kanguru. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev).
PM Australia Albanese mengajak Presiden Jokowi menaiki kapal dari Dermaga Admiralty House menuju Dermaga Taronga Zoo, Selasa (4/7/2023). Albanese mengaku sedih tak bisa mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersepeda berkeliling di halaman belakang Admiralty House saat kunjungan kenegaraannya ke negeri kanguru. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev).

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian dan Pangan, Kehutanan, dan Bisnis Kecil Jackie Jarvis mengatakan bahwa masalah mengenai pengiriman gandum kepada Indonesia akan menjadi prioritas. 

Jarvis mengungkapkan bahwa Australia Barat memiliki prioritas untuk memasok gandum bagi pihak yang hubungannya sudah terjalin lama, seperti Indonesia. 

"Di Indonesia, kami sangat dekat, relatif mudah untuk mendapatkan gandum dari Australia Barat ke Indonesia," ujar Jarvis dalam Konferensi Pers Indonesia Connect Roadshow di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta, Minggu (3/9/2023). 

Australia Barat diketahui  memiliki 2,8 juta populasi, namun mampu mengekspor 90 persen gandum yang ditanam dan dihasilkan sendiri. Australia Barat menggunakan pertanian dengan sistem lahan kering yang paling efisien di dunia dan memiliki peningkatan teknologi plan breathing.

Jarvis sendiri mengungkapkan dengan teknologi tersebut, maka dapat meningkatkan hasil panen gandum dari lahan yang sama. 

"Jadi saya yakin kami akan terus mengekspor 90 persen atau lebih gandum yang kami tanam di Australia Barat" jelasnya. 

Dia mengungkapkan bahwa Australia Barat telah mengekspor gandum ke Indonesia selama beberapa dekade. Hubungan kedua negara dinilai akan semakin kuat. Namun, dikarenakan gandum adalah komoditas global, maka harga ditentukan di tingkat global. 

Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah mengatakan bahwa aksi Rusia mencabut ekspor gandum di kawasan Laut Hitam tidak berpengaruh terhadap pasokan gandum Indonesia. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menuturkan bahwa sebagian besar pasokan gandum Indonesia bukan dari Rusia maupun Ukraina, namun separuhnya didatangkan dari Australia. 

"Indonesia 52 persen impor gandumnya dari Australia," ujar Arief saat dihubungi, Kamis (20/7/2023).

Kemudian, Wakil Direktur Jenderal - Strategi dan Keterlibatan Internasional Australia Barat, Simone Spencer, menjelaskan bahwa Indonesia adalah mitra dagang penting bagi Australia Barat.

Ekspor utama dari Australia Barat untuk Indonesia sendiri pada 2022 meliputi petroleum (minyak bumi) sebesar 31 persen, dan diikuti gandum dan bijih besi masing-masing 25 persen. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper