Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Panen Raya, Bawang Merah Alami Deflasi di Seluruh Wilayah

BPS mencatat komoditas bawang merah mengalami deflasi sebesar 12,74 persen secara month to month (mtm) pada Agustus 2023.
Petani menjemur bawang merah di desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Bisnis/Arief Hermawan P
Petani menjemur bawang merah di desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com,  JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas bawang merah mengalami deflasi sebesar 12,74 persen secara month to month (mtm) pada Agustus 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS Pudji Ismartini mengatakan bawang merah memberikan andil deflasi Agustus 2023 sebesar 0,05 persen.

"Deflasi bawang merah ini terjadi di semua kota IHK [indeks harga konsumen], deflasi terdalam terjadi di Banyuwangi sebesar 30,11 persen," ujar Pudji, Jumat (1/9/2023).

Penurunan harga bawang merah pada Agustus 2023 terjadi sesuai siklus harga tahun-tahun sebelumnya. Pudji mengatakan, secara historis sejak 2021-2023, deflasi bawang merah memang terjadi sekitar bulan Agustus hingga Oktober. Bahkan, pada Agustus 2022 harga bawang merah mengalami deflasi hingga 25,57 persen (mtm).

Dia membeberkan penyebab deflasi bawang merah kerap terjadi pada periode tersebut. Adanya panen raya serentak di sejumlah wilayah sentra produksi di pulau Jawa, Sumatra dan NTB menjadi pendorong deflasi bawang merah Agustus hingga Oktober. 

"Panen raya serentak tersebut mendorong suplai bawang merah menjadi lebih banyak," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Senin (28/8/2023), Sekretaris Jenderal Asosiasi Bawang Merah Indonesia (Abmi), Ikhwan Arif menyebut harga bawang merah di tingkat petani telah anjlok hingga berada di kisaran Rp9.000-Rp10.000 per kilogram. Para petani mengeluhkan kerugian hingga Rp15.000 per kilogram.

Padahal berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.11/2022, pemerintah menetapkan harga acuan pembelian (HAP) bawang merah di tingkat produsen sebesar Rp18.500 - Rp20.000 per kilogram untuk bawang merah konde basah. Sementara bawang merah rogol kering panen ditetapkan HAP di tingkat produsen sebesar Rp25.000 - Rp30.000 per kilogram.

Adapun, HAP bawang merah rogol kering panen di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp36.500-Rp41.500 per kilogram. Menyitir data panel harga pangan, Bapanas rata-rata harga bawang merah secara nasional di tingkat konsumen pada 1 September 2023 sebesar Rp25.900 per kilogram.

Ikhwan pun mengaku belum ada langkah mitigasi pemerintah untuk menstabilkan harga bawang merah di tingkat petani hingga saat ini.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper