Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menteri Basuki Kebut Studi Kelayakan Tol Demak-Tuban Rampung Akhir Tahun

Kementerian PUPR menyebut kendala percepatan penyelesaian studi kelayakan Jalan Tol Demak-Tuban adalah adanya keterbatasan anggaran tanah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ditemui usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (30/8/2023)/Bisnis-Alifian Asmaaysi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ditemui usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (30/8/2023)/Bisnis-Alifian Asmaaysi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengebut penyelesaian studi kelayakan (feasibility study) pembangunan proyek Jalan Tol Demak-Tuban.

Di hadapan Komisi V DPR RI, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan bahwa proses studi kelayakan akan dikejar perampungannya pada akhir tahun ini. Pasalnya, proses penyelesaian studi kelayakan tersebut dikabarkan selalu molor di mana awalnya proses feasibility study ditargetkan akan rampung pada akhir 2022.

"Kemarin-kemarin kan yang jawab Dirjen Binamarga, sekarang yang jawab saya, akan selesai [studi kelayakannya] pada akhir tahun 2023," jelasnya dalam agenda Rapat Kerja Kementerian PUPR dengan Komisi V DPR RI, Rabu (30/8/2023).

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menambahkan bahwa yang menjadi kendala percepatan penyelesaian studi kelayakan Jalan Tol Demak - Tuban adalah adanya keterbatasan anggaran tanah.

Hedy mengungkapkan, realistisnya proyek jalan tol yang direncanakan dibangun sepanjang 180,58 kilometer (km) ini diproyeksi baru dapat dilaksanakan lelang pada 2025 mendatang.

"Masalah Demak - Tuban itu akan bisa cepat kalau ada prakarsa. Karena kalau belum ada prakarsa itu, nanti kita harus alokasikan untuk tanah." ujarnya.

Lebih lanjut Hedy menjelaskan, apabila Jalan Tol Demak - Tuban tetap dikejar pembangunannya melalui prakarsa pemerintah, maka proyek tersebut harus terlebih dahulu menjadi sebagai proyek strategis nasional (PSN). 

"Karena kalau kita masuk ke dalam prakarsa pemerintah, itu harus masuk PSN dan kita harus lakukan anggaran di LMAN. Jadi kalo ada keinginan mempercepat salah satunya jalan ada di prakarsa," pungkasnya.

Adapun, Jalan Tol Demak - Tuban merupakan salah satu proyek yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) solicited.

Mengutip laman KPBU Kemenkeu, jalan tol ini memiliki kecepatan rencana 100 km per jam. Adapun, nilai investasi diindikasikan sebesar Rp45,71 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun. 

Lebih lanjut, Jalan Tol Demak - Tuban nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang - Demak yang mendukung rute Jalan Tol Trans Jawa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper