Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BI Prediksi Suku Bunga The Fed Naik 2 Kali Lagi hingga Akhir 2023

Gubernur BI Perry Warjiyo memprediksi suku bunga the Fed dinaikkan dua kali hingga akhir tahun ini.
Logo bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat./ Bloomberg
Logo bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat./ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan suku bunga the Fed, bank sentral Amerika Serikat (AS), masih berpotensi meningkat satu hingga dua kali hingga akhir 2023.

“FFR [Fed Funds Rate] kami perkirakan akan meningkat satu hingga dua kali lagi,” katanya dalam acara High Level Seminar on Frameworks for Integrated Policy: Experiences and The Way-Forward, Selasa (22/8/2023).

Untuk diketahui, tingkat suku bunga kebijakan the Fed saat ini adalah sebesar 5,25 persen hingga 5,50 persen, dengan kenaikan terakhir sebesar 25 basis poin.

Bisnis mencatat, berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS terakhir, indeks harga konsumen (IHK) naik 3,2 persen pada Juli 2023 secara tahunan atau 0,2 persen secara bulanan. 

Sementara itu, inflasi inti AS pada Juli 2023 tercatat sebesar 4,7 persen yoy. Realisasi tersebut merupakan level terendah sejak 2021, tetapi masih berada di atas target the Fed yang sebesar 2 persen. 

BI sendiri telah menaikkan suku bunga sebesar 275 basis poin hingga ke level 5,75 persen. Perry mengatakan, suku bunga kebijakan tersebut dilakukan dengan sangat berhati-hati, dengan menjangkar ekspektasi inflasi dan laju inflasi.

Di sisi lain, laju inflasi di dalam negeri hingga Juli 2023 turun lebih cepat dari perkiraan BI sebelumnya. Dengan demikian, kebijakan moneter BI saat ini difokuskan untuk menjaga stabilitas rupiah.

Oleh karena itu, dalam menjaga stabilitas rupiah dan dampak dari kenaikan FFR, BI menerapkan bauran kebijakan, salah satunya dengan strategi twist operation. Jadi, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan.

“Kami tidak menaikkan suku bunga kebijakan, tapi kami juga mengelola imbal hasil obligasi pemerintah,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper