Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Duh! Harga Telur Masih di Atas Acuan Pemerintah Rp27.000 per Kg

Sepanjang 19-25 Mei 2023, harga telur ayam masih berfluktuasi, bahkan sempat menyentuh angka tertinggi di Rp31.900 pada Rabu (24/5/2023).
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Harga telur ayam ras tercatat masih berada di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah di tingkat konsumen yaitu Rp27.000 per kg.

Harga acuan itu tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) No.5/2022 tentang Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga telur ayam di rata-rata pasar nasional per Kamis (25/5/2023) pukul 11.06 WIB, berada di level Rp31.150 per kg, atau turun 1,11 persen.

Sepanjang 19-25 Mei 2023, harga telur ayam masih berfluktuasi, bahkan sempat menyentuh angka tertinggi di Rp31.900 pada Rabu (24/5/2023).

Sementara, menurut Panel harga Bapanas harga rata-rata nasional Rp30.650 per kg per hari ini. Harga telur ayam ras tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar Rp39.120 per kg, sedangkan harga terendah di Sumatra Utara sebesar Rp26.160 per kg. 

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, harga telur ayam tercatat naik Rp101 menjadi Rp32.223 per kg, menurut data Informasi Pangan Jakarta.

Bapanas sebelumnya menyebut, pemerintah tengah menyiapkan harga yang wajar baik di tingkat peternak, pedagang, dan konsumen. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga pangan wajar dan seimbang di tingkat peternak, pedagang, dan konsumen.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan, upaya untuk menjaga keseimbangan harga telur harus dimulai dari hulu guna membentuk harga di tingkat hilir.

“Saat ini di tingkat hulu atau peternak terjadi perubahan biaya produksi, khususnya variabel biaya pakan. Untuk menjaga biaya produksi di tingkat peternak tidak semakin melonjak, kita prioritaskan untuk dilakukan langkah stabilisasi harga pakan,” kata Arief dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/5/2023). 

Lebih lanjut, Arief menjelaskan ekosistem perunggasan ini erat kaitannya dengan jagung sebagai salah satu komponen utama pakan ternak. Maka dari itu, Bapanas meningkatkan fasilitasi distribusi pangan komoditas jagung dari petani atau gapoktan kepada peternak.

Adapun, distribusi jagung dari NTB dan Sulawesi Selatan ke wilayah produsen telur di Jateng, Jatim, dan Lampung, saat ini telah mencapai 1.100 ton dan masih berproses pendistribusian ke Solo Raya 100 ton.

“Dengan pasokan jagung yang lancar akan dapat menurunkan biaya produksi,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper