Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wow! Harga Rumah di Atas Rp1 Miliar Makin Diminati, Ini Alasannya

Permintaan rumah di Jabodetabek dengan harga di atas Rp1 miliar per kuartal I/2023 meningkat 62 persen.
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga rumah di Indonesia, khususnya di wilayah metropolitan seperti Jabodetabek tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli rumah Rp1 miliar.

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Report Q2 2023, indeks harga properti nasional pada kuartal pertama tahun ini berada di angka 122,4 atau naik 1,7 persen secara kuartalan. Sementara secara tahunan, indeks harga rumah meningkat 7,1 persen 

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengatakan kenaikan harga rumah diiringi dengan meningkatnya permintaan terhadap properti hunian dengan harga di atas Rp1 miliar. 

"Permintaan rumah di atas Rp1 miliar per kuartal I/2023 kemarin itu meningkat di angka 62 persen, cukup suprising juga bagi kami selaku portal properti," kata Marine, dikutip Jumat (19/5/2023). 

Adapun, dia mencatat pencarian properti Rp1 miliar sebesar 62 persen pada kuartal pertama 2023, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 di mana permintaan rumah Rp1 miliar sebesar 53 persen. Kondisi ini menandakan daya beli konsumen di tanah air masih terjaga.

Secara keseluruhan, indeks permintaan periode ini sebesar 14,5 persen, masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 14,6 persen. Namun, terjadi pemulihan pasalnya pada kuartal IV/2022 permintaan turun hingga 20 persen. 

Marine menerangkan pulihnya permintaan terjadi di tipe hunian berupa apartemen dan rumah tapak. Permintaan apartemen di DKI Jakarta meningkat 15 persen, lebih tinggi dari persentase minat rumah tapak yang tumbuh sebesar 13 persen. 

Di samping itu, dia mencatat pemulihan pasar apartemen juga terlihat dari indeks harga apartemen yang naik tipis sebesar 0,9 persen, sedangkan indeks suplai apartemen mengalami penurunan tipis sebesar 0,4 persen. 

Median harga apartemen di Jakarta Selatan berada pada angka Rp32 juta per meter persegi, dengan median harga tertinggi berada di kawasan Senopati dan terendah di kawasan Kalibata. Suplai apartemen didominasi 30 persen di wilayah Setiabudi, diikuti Kebayoran Baru 16 persen dan Kebayoran Lama 11 persen. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper