Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani Soroti Loyonya Kinerja Investasi di Kuartal I/2023

Ini kata Menkeu Sri Mulyani soal loyonya kinerja investasi Indonesia di kuartal I/2023.
Menkeu Sri Mulyani berbicara di Pertemuan Tahunan Ke-56 ADB di Incheon, Korea Selatan, Rabu (3/5). Dok Instagram @smindrawati.
Menkeu Sri Mulyani berbicara di Pertemuan Tahunan Ke-56 ADB di Incheon, Korea Selatan, Rabu (3/5). Dok Instagram @smindrawati.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti pertumbuhan kinerja investasi atau penanaman modal tetap bruto (PMTB) yang melandai menjadi sebesar 2,11 persen pada kuartal I/2023.

Tingkat pertumbuhan tersebut, kata Sri Mulyani, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal IV/2022 yang sebesar 3,33 persen ataupun dengan kuartal I/2022 yang sebesar 4,08 persen.

“Pertumbuhannya di kuartal I masih belum terlalu bagus, di bawah 3 persen, maka kita berharap kegiatan investasi terus dipacu karena ini bagus untuk penciptaan lapangan kerja dan dampak ke produktivitas,” katanya dalam tayangan melalui Youtube Kemenkeu yang dikutip Bisnis, Kamis (11/5/2023).

Sri Mulyani menyampaikan bahwa dalam mendukung kinerja investasi, keuangan negara atau APBN terus diarahkan untuk mendukung kualitas SDM di Indonesia.

Salah satunya, belanja pemerintah yang dialokasikan sektor pendidikan dan pelatihan sangatlah besar. Instrumen APBN banyak yang telah digunakan untuk mendukung reformasi di bidang pendidikan.

“Misalnya Program Merdeka Belajar, sekarang anak-anak mahasiswa bisa belajarnya di perusahaan, jadi tidak cuma di kelas. Kita juga berikan Kartu Prakerja, jadi mereka bisa belajar, bagi yang kehilangan pekerjaan atau masih mencari pekerjaan. Balai latihan di Kemenaker maupun di daerah juga kita tingkatkan,” jelasnya.

Selain di bidang pendidikan, pemerintah kata Sri Mulyani juga mendorong reformasi di bidang kesehatan.

“Kita bicara tentang stunting, anak-anak yang kekurangan gizi yang kemudian tidak bisa produktif di masa tuanya, itu harus diberantas. Kemiskinan juga akan memberikan beban bagi keluarga itu sehingga tidak bisa berkembang,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan infrastruktur yang merata guna mendorong investasi yang juga merata. Pemerintah pun melakukan reformasi melalui UU CIpta Kerja sehingga dapat mendukung iklim investasi yang lebih baik.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia terjaga stabil dengan capaian pertumbuhan di atas 5 persen selama 6 kuartal beruntun hingga kuartal I/2023. 

Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2023 utamanya masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,54 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper