Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BI: Performa Inflasi Indonesia Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Gubernur BI Perry Wajiyo yakin inflasi inti akan berada di bawah 4 persen pada semester pertama 2023
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan pemaparan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan pemaparan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis laju inflasi domestik akan mencapai sasaran target 2–4 persen pada akhir 2023.

Perry menyampaikan, pada tahun lalu, tingkat inflasi Indonesia tercatat mencapai 5,51 persen, jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Laju inflasi pun menurun dengan sangat cepat sejak September 2022 di mana inflasi saat itu mencapai puncaknya sebesar 5,95 persen akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Ingat pada bulan September 2022, kami perkirakan inflasi pada akhir 2022 akan menjadi sekitar 6,5 persen, tetapi dengan respons preemptive dan kerja sama dengan pemerintah, laju inflasi menurun lebih cepat,” katanya dalam Mandiri Investment Forum 2023, Rabu (1/3/2023).

Perry yakin inflasi inti akan berada di bawah 4 persen pada semester pertama 2023, sementara inflasi umum akan berada di bawah 4 persen pada semester kedua 2023 mengingat penyesuaian harga BBM bersubsidi dilakukan pada September 2022.

Dia menambahkan, laju inflasi di dalam negeri yang terkendali ini bahkan merupakan salah satu performa terbaik dibandingkan dengan banyak negara lainnya.

“Jadi mulai September, inflasi IHK [Indeks Harga Konsumen] kami yakin berada di bawah 4 persen, salah satu performa inflasi yang terbaik dibandingkan dengan negara lain,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Januari 2023 mencapai 0,34 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,66 persen mtm.

Secara tahunan, inflasi pada Januari 2023 mencapai 5,28 persen (year-on-year/yoy), juga lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 5,61 persen yoy.

Inflasi tahunan pada Januari 2023 dipicu oleh inflasi yang masih tinggi pada komponen harga yang diatur pemerintah sebesar 12,28 persen yoy, terutama oleh komoditas bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok kretek filter, tarif air minum PDAM, dan tarif angkutan dalam kota.

Sejalan dengan itu, inflasi pada komponen harga bergejolak sedikit meningkat, yaitu mencapai 5,71 persen yoy, dipicu oleh kenaikan harga beras, cabai merah, bawang merah, dan ikan segar.

Sementara itu, inflasi inti pada Januari 2023 masih terkendali, yaitu tercatat pada level 3,27 persen yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,36 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper