Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sri Mulyani Pamer Pengendalian Inflasi RI Lebih Baik dari AS

Di hadapan investor, Menkeu Sri Mulyani memamerkan bahwa pengendalian inflasi di Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023). JIBI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023). JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan di depan investor yang hadir di Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 bahwa pengendalian inflasi di Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat (AS). 

“Dalam menurunkan inflasi, Indonesia tidak mengambil tindakan seperti AS. Kami memiliki upaya bersama untuk menurunkan inflasi dan hal tersebut bekerja lebih baik di Indonesia,” ungkapnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023). 

Dalam paparannya, Sri Mulyani membandingkan angka inflasi Indonesia pada Desember 2022 mencapai kisaran 5,5 persen, sementara AS berada di angka 6,5 persen. 

Adapun, lanjutnya, hasil kolaborasi mulai dari pemerintah pusat hingga daerah dan lintas sektoral dijalankan dalam upaya menurunkan inflasi terutama terkait harga pangan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 2022 berada di angka 5,51 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). 

“Kami tidak menghabiskan banyak uang hingga triliunan dolar AS, tetapi harga stabil karena kolaborasi antar pemerintah, yaitu presiden, walikota, hingga bupati,” lanjutnya. 

Sebelumnya, dalam upaya memulihkan Indonesia dari pandemi Covid-19, Sri Mulyani menyebutkan bahwa Presiden Jokowi menekankan target Indonesia dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, stunting, serta stabilisasi harga hingga penurunan inflasi. 

Menurut Sri Mulyani, langkah Indonesia tersebut menjadi contoh bagi negara lain bahwa tidak perlu banyak alat fiskal dan moneter yang digunakan untuk menekan inflasi. 

“Ini mungkin menunjukkan kepada dunia, tentang bagaimana menstabilkan harga tanpa menggunakan terlalu banyak alat fiskal dan moneter karena sumber inflasi adalah dari sisi suplai,” tambahnya. 

Meski mengklaim bahwa inflasi telah stabil, Sri Mulyani menilai Indonesia masih perlu bekerja untuk menjaga dan memantau semua aspek inflasi secara detail. 

Dalam menghadapi pelemahan ekonomi global yang ada, Menkeu yakin hal tersebut berlangsung hanya sampai paruh pertama 2023. Tekanan yang berasal dari respon kebijakan, pengetatan moneter, dan naiknya suku bunga oleh otoritas moneter akan melambat. 

Hal tersebut mendukung harapan baru bahwa 2023, setidaknya pada paruh kedua, Indonesia akan melihat kombinasi yang positif dengan penurunan inflasi, harga stabil dan dan memperkuat pemulihan ekonomi.

Pasalnya, BPS mencatat untuk inflasi pada Januari 2023 masih dipengaruhi oleh kenaikan harga makanan minuman, khususnya beras, dan tembakau. 

Inflasi Januari 2023 tercatat berada di angka 5,28 persen bila dibandingkan dengan Januari 2022. Sementara angka inflasi bulanan sebesar 0,34 persen (mtm), lebih rendah dari inflasi Desember 2022 yang mencapai 0,66 persen. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan inflasi akan tetap berada di atas kisaran target Bank Indonesia sebesar 2 – 4 persen setidaknya hingga paruh pertama 2023. 

“Inflasi akan berada di kisaran 4 – 6 persen [yoy] pada paruh pertama sebelum menurun menuju kisaran target pada paruh kedua,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/2/2023). 

Salah satu hal yang perlu diwaspadai, lanjutnya, adalah kenaikan harga pangan domestik, terutama beras, di tengah penurunan harga energi dan bahan bakar global. 

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan inflasi sekitar 3,60% pada akhir 2023, mendukung perkiraan kami untuk BI-7DRRR tetap datar di 5,75 persen di sisa 2023,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper