Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

China Buka Perbatasan, Maskapai Diminta "Gercep"

Indonesia National Air Carriers Association meminta maskapai nasional bergerak cepat memulihkan kinerja setelah Pemerintah China membuka pembatasan penerbangan 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  21:45 WIB
China Buka Perbatasan, Maskapai Diminta "Gercep"
CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja. - Dok. Istimewa
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta maskapai nasional bergerak cepat memulihkan kinerja setelah Pemerintah China membuka pembatasan penerbangan internasional.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyebut pasar penerbangan China merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2019, jumlah turis dari China mencapai sebesar 2 juta.
Denon menilai maskapai nasional dapat memanfaatkan peluang dibukanya penerbangan dari dan ke China untuk memulihkan bisnis penerbangannya dari krisis. 
"Saya kira maskapai kita seharusnya dapat memanfaatkan peluang ini. Momentum ini bisa dilakukan dengan membuka lebih banyak lagi penerbangan dari kota lain untuk terbang ke China,"ujarnya, Selasa (24/1/2023).
Denon yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang perhubungan memaparkan ada sejumlah kota di Indonesia yang selama ini banyak membuka penerbangan ke China, seperti Jakarta, Denpasar, dan Manado.
Dengan peluang tersebut, dia meminta agar maskapai nasional bisa mengantisipasi ketersediaan pesawat dan jumlah kru. Denon juga meminta agar Pemerintah Indonesia bisa mempermudah izin dan proses maskapai nasional masuk ke China.
Senada, Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto juga menilai dengan pembukaan perbatasan penerbangan dari dan ke China tak hanya membantu pemulihan penerbangan internasional antar negara tetapi juga untuk pemulihan sektor pariwisata. Bukan tanpa alasan, sebab selama  3 tahun terakhir sebelum pandemi jumlah wisman dari China selalu mendominasi di peringkat pertama.
"Saya yakin maskapai nasional yang sebelumnya telah melayani penerbangan, baik reguler dan charter dari dan ke China akan kembali melayani penerbangan ke China," terangnya.
Selama ini, papar Bayu, pasar penumpang China bagi maskapai nasional berkisar  20 persen -- 30 persen dari total pendapatan. Sementara untuk rute penerbangan internasional maskapai porsinya bisa mencapai 40 persen -- 50 persen.
Dia berharap setelah pembukaan perbatasan penerbangan ke China, maskapai harus bisa memenuhi syarat keselamatan dari otoritas penerbangan sipil di China. Kemudian juga dapat melakukan efisiensi biaya karena nantinya juga menghadapi persaingan dengan maskapai-maskapai dari China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inaca china turis china
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top