Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Realisasi Investasi di Sulteng Jadi yang Tertinggi di RI, Jawa Barat Lewat!

Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan nilai realisasi penanaman modal asing atau PMA terbesar di Indonesia senilai US$5,1 miliar.
Tsingshan Holding Group, Ruipu Technology Group Co., Ltd., PT Indonesia Morowali Industrial Park bekerja sama mendirikan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy di Indonesia, mendirikan pabrik high-carbon ferrochrome 600.000 ton per tahun dengan fasitas pendukung pabrik kokas dan pabrik baja nirkarat cold rolled 700.000 ton di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan nilai realisasi penanaman modal asing atau PMA terbesar di Indonesia. /imip
Tsingshan Holding Group, Ruipu Technology Group Co., Ltd., PT Indonesia Morowali Industrial Park bekerja sama mendirikan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy di Indonesia, mendirikan pabrik high-carbon ferrochrome 600.000 ton per tahun dengan fasitas pendukung pabrik kokas dan pabrik baja nirkarat cold rolled 700.000 ton di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan nilai realisasi penanaman modal asing atau PMA terbesar di Indonesia. /imip

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi provinsi dengan nilai realisasi investasi asing terbesar di Indonesia senilai US$5,1 miliar sepanjang Januari – September 2022.

Nilai investasi itu setara Rp76,68 triliun (estimasi kurs Rp15.040 per dolar AS) dan lebih besar dibandingkan dengan Jawa Barat, yang memiliki nilai investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar US$4,6 miliar atau terbesar kedua setelah Sulteng.

Selanjutnya, Maluku Utara menggenggam nilai realisasi investasi PMA sebesar US$3,3 miliar, diikuti oleh DKI Jakarta yang meraih realisasi investasi senilai US$3,1 miliar, dan Riau lewat raihan PMA sebanyak US$2,5 miliar.

“Investasi asing paling banyak masuk di Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku Utara, DKI Jakarta, dan Riau. Artinya, keseimbangan investasi ini sudah masuk,” ujar Bahlil dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda, Selasa (17/1/2023).

Bahlil menuturkan bahwa sejak kuartal III/2020, realisasi investasi di luar Pulau Jawa selalu lebih besar dibandingkan dengan realisasi investasi di Jawa.

Menurutnya, hal ini merupakan hasil dari pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa yang secara masif dilakukan pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data yang dipaparkan realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp472,1 triliun atau sebesar 52,9 persen dari total realisasi sepanjang Januari – September 2022. Adapun nilai investasi di Jawa sebesar Rp420,3 triliun dengan pangsa 47,1 persen.

“Presiden memerintahkan kita untuk membangun Indonesia jangan Jawa sentris, tetapi harus Indonesia sentris,” kata Bahlil.

Sementara itu, dari total investasi di Indonesia, Bahlil menuturkan bahwa 50,4 persen berasal dari PMA dan 49,6 persen bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN.

Sepanjang tahun lalu, Kementerian Investasi/BKPM menargetkan realisasi investasi senilai Rp1.200 triliun. Sampai dengan kuartal III/2022, nilai investasi yang diraih pemerintah telah mencapai Rp892,4 triliun atau 74,4 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper