Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tegas! Xi Jinping Peringatkan Pejabat China Tak Lakukan Kolusi

Xi Jinping memperingatkan para pejabatnya untuk tidak melakukan kolusi dalam upaya meningkatkan ekonomi China usai
Presiden China Xi Jinping/ Bloomberg.
Presiden China Xi Jinping/ Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping memperingatkan para pejabatnya untuk tidak melakukan kolusi dalam upaya meningkatkan ekonomi China agar pulih dari pandemi Covid-19.

Xi Jinping menggarisbawahi bahwa tindakan keras pemerintahnya terhadap sektor swasta akan tetap menjadi perhatian investor meskipun ada upaya untuk meningkatkan ekonomi.

"Tindakan harus diambil untuk mencegah pejabat terkemuka bertindak untuk kelompok kepentingan atau kelompok kekuasaan apa pun, dan untuk mencegah kolusi antara pejabat dan pebisnis," kata XiJinping dikutip dalam Bloomberg, Selasa (10/1/2023).

Dia juga memperingatkan terhadap setiap infiltrasi modal ke dalam politik yang merusak ekosistem politik atau lingkungan untuk pembangunan ekonomi.

Xi Jinping baru-baru ini telah melonggarkan regulasi terhadap raksasa teknologi seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd., sehingga membantu saham mereka bangkit kembali.

Namun, masih ada pertanyaan tentang seberapa jauh pendekatan itu akan berjalan. Pasalnya, Xi juga telah berjanji untuk memastikan kemakmuran bersama, sebagian dengan mengekang kepentingan khusus orang kaya.

Presiden China tersebut telah melarang keras korupsi sebagai aspek sentral dari kepemimpinannya untuk menyingkirkan potensi ancaman terhadap pemerintahannya, sebagai pemimpin ekonomi terbesar kedua di dunia selama satu dekade terakhir.

Pada 2022, pejabat anti-korupsi China membubarkan apa yang mereka sebut "political clique" yang dipimpin oleh mantan pejabat polisi Sun Lijun, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menerima suap dan kejahatan lainnya.

Pada Desember 2022, tepat setelah mengamankan masa jabatan ketiga, Xi Jinping mengatakan negara itu telah mencapai "kemenangan luar biasa" dalam pertempuran melawan korupsi, namun pekerjaan itu masih jauh dari kata selesai.

Untuk meningkatkan perekonomian China, Xi Jinping telah resmi membuka pintu masuk perbatasan yang sebelum ditutup dalma tiga tahun terakhir. Masyarakat China yang akan berlibur ke luar negeri ataupun turis yang akan masuk ke China efektif dapat keluar atau masuk per 8 Januari 2023.

Melalui aksinya tersebut, walaupun sempat menuai protes karena kasus Covid-19 di China masih tinggi, Xi Jinping memperkirakan ekonomi Negeri Tirai Bambu dapat tumbuh 4,8 persen tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper