Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Meski Antusias, Investor Masih Cermati Lelang Blok Panas Bumi Tahun ini

Sejumlah perusahaan panas bumi masih mencermati lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) potensial tahun ini.
Suasana PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (13/3/2020). Bisnis/Lukas Hendra.
Suasana PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (13/3/2020). Bisnis/Lukas Hendra.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perusahaan panas bumi masih mempelajari lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) potensial yang ditawarkan pemerintah tahun ini.

Kendati investor dianggap cukup antusias, sejumlah isu krusial ihwal kepastian pembelian listrik hingga tarif jual beli dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN masih menjadi kekhawatiran serius bagi calon pengembang hulu panas bumi tersebut. 

“Untuk pelelangan WKP sedang kami pelajari secara internal,” kata Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Muhammad Baron saat dihubungi, Minggu (8/1/2023). 

Baron mengatakan, PGE tengah berfokus pada portofolio blok panas bumi perseroan yang sudah komersial. Di sisi lain, dia mengatakan, PGE tengah berupaya untuk melanjutkan sejumlah wilayah yang masih berada pada tahap eksplorasi. 

“Fokus kami ke seluruh WKP yang kami miliki dengan beberapa strategi di setiap WKP,” tuturnya. 

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk membuka kembali lelang tiga hingga empat WKP tahun ini. Komitmen itu menyusul minat investor yang tinggi untuk kembali mengakuisisi sejumlah lapangan potensial di dalam negeri. 

“Tahun ini rencanannya ada tiga hingga empat lokasi yang akan dilelang,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana kepada Bisnis, Minggu (8/1/2023). 

Dadan optimistis minat investor untuk mengembangkan panas bumi di Indonesia masi cukup besar. Optimisme itu turut didorong oleh agresivitas akuisisi wilayah kerja yang dilakukan Inpex Geothermal Ltd dan Sumitomo Corporation dalam satu tahun terakhir. Pekan ini, Inpex Geothermal Ltd baru saja resmi mengambilalih seluruh kepemilikan saham Engie sebesar 31,45 persen di PT Supreme Energy Rajabasa. 

Akuisisi itu sekaligus menandakan hengkangnya Engie dari portofolio panas bumi di Indonesia. Di sisi lain, bergabungnya Inpex dalam seluruh lini bisnis panas bumi milik PT Supreme Energy diharapkan dapat meningkatkan kinerja eksplorasi serta minat investor pada industri geothermal di dalam negeri. 

Apalagi sejak akhir Desember 2022, pemerintah telah melelang dua blok, yakni WKP Way Ratai yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan dan WKP Nage yang berada di Kabupaten Ngada kepada calon investor sejak akhir 2022 lalu. Rencananya, lelang dua wilayah kerja itu ditutup pada 13 Januari mendatang. 

Sementara itu, PT Supreme Energy masih menunggu dinamika lelang dua WKP itu. Presiden Direktur dan CEO Supreme Energy Nisriyanto mengatakan, pihaknya masih berfokus untuk mengembangkan tiga blok panas bumi yang menjadi portofolio perusahaan setelah proses divestasi Engie rampung pekan ini.  

“Supreme Energy masih memonitor perkembangan lelang WKP ini dan belum memutuskan apakah akan berpartisipasi di dalamnya,” kata Nisriyanto. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menyebut polemik harga jual listrik yang ditawarkan PLN masih menjadi kendala utama pengembangan panas bumi di Indonesia. 

Ketua Umum API Priyandaru Effendi mengatakan, harga jual listrik yang disanggupi PLN cenderung berada di bawah tingkat keekonomian proyek. Konsekuensinya, investor masih berhati-hati untuk ikut berpartisipasi pada pelelangan dua WKP, di antaranya Way Rate dan Nage yang sudah ditawarkan pemerintah sejak akhir Desember 2022 lalu. 

“Minat investor untuk berinvestasi cukup besar namun sejauh ini terhalang harga jual listrik yang belum memenuhi tingkat keekonomian proyek serta kepastian pembelian listrik oleh PLN,” kata Priyandaru saat dihubungi, Minggu (8/1/2023). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper