Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Targetkan Investasi Asing di Jalan Tol Capai Rp40 Triliun

Kementerian PUPR menargetkan investasi asing yang masuk ke bisnis jalan tol di Indonesia mencapai Rp40 triliun pada 2023.
Foto udara ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 3 di daerah Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (22/4/2022). Bisnis/Rachman
Foto udara ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 3 di daerah Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (22/4/2022). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan investasi asing yang masuk ke bisnis jalan tol di dalam negeri mencapai Rp40 triliun pada 2023.

Kepala BPJT, Danang Parikesit, mengatakan perolehan investasi asing pada tahun ini baru mencapai sekitar Rp20 triliun. Investasi asing mayoritas masih bersumber dari penyertaan di jalan tol yang telah beroperasi.

Danang menuturkan, untuk investasi asing melalui pinjaman perbankan baru mencapai 2,3 persen dari total seluruh pinjaman di proyek jalan tol.

Sementara itu, Himbara masih memegang porsi paling besar untuk pinjaman proyek jalan tol sebesar 45 persen, bank swasta 26 persen, bank daerah 14,4 persen, dan lembaga keuangan nonbank 14 persen.

"Kalau yang sekarang kurang dari Rp20 triliun, penyertaan modal mereka [asing], harapan kita bisa tahun depan 2 kalinya dari sekarang," kata Danang, di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Danang mengungkapkan target tersebut berdasarkan dengan proyeksi banyaknya jalan tol yang akan diakuisisi oleh pihak asing baik melalui mitra dari Indonesia Investment Authority (INA) maupun badan usaha.

Menurutnya, investor asing yang telah berminat berasal dari dana pensiun luar negeri seperti dari Kanada, Belanda, dan juga investor dari Hongkong yakni Road King Expressway (RKE).

"Tahun depan kemungkinan akan ada banyak akuisisi yang internasional juga masuk selain melalui INA partner-partnernya masih dalam negosisasi badan usaha. Target kita sudah bicarakan seperti RKE, Kanada mau naikkan portofolio ke Indonesia harapannya bisa dua kalinya yang sekarang," ungkapnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan porsi investasi asing melalui pinjaman perbankan, pemerintah tengah menggodok skema baru agar lebih dimanfaatkan oleh badan usaha.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan skema takeout financing untuk mengakali tenor pinjaman asing yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman perbankan dalam negeri.

Selain itu, skema tersebut agar badan usaha tidak kesulitan mendapatkan pendanaan dari pinjaman dalam negeri karena tingginya permintaan perbankan dalam untuk untuk sektor-sektor lain.

"Di jalan tol butuh pinjamannya 15-20 tahun sedangkan bank-bank asing mereka 5 tahunan, tapi setelah 5 tahun ini ada yang ganti. Nah ini kan kita ada jaminan IIF sama SMI untuk take out financing," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper