Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dituduh Gelapkan Dana, Founder Startup India Bharatpe Dituntut Perusahaan

Bharatpe menggugat Ashneer Grover dan istrinya Madhuri Jain, atas kerugian senilai sekitar 880 juta rupee (US$10,7 juta).
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  20:34 WIB
Dituduh Gelapkan Dana, Founder Startup India Bharatpe Dituntut Perusahaan
Ilustrasi fintech. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu perusahaan fintech terkemuka di India Bharatpe memulai proses hukum terhadap co-founder dan istrinya karena diduga menggelapkan dan menyalahgunakan uang perusahaan.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (8/12/2022), menurut gugatan perdata yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Delhi, Bharatpe menggugat Ashneer Grover dan istrinya Madhuri Jain, atas kerugian senilai sekitar 880 juta rupee (US$10,7 juta).

Bharatpe juga telah meminta pengadilan untuk menahan Grover agar tidak membuat pernyataan publik yang menghina perusahaan.

Grover dan Jain terancam 17 tuduhan pidana tambahan dalam pengaduan terpisah yang diajukan oleh Bharatpe kepada unit pelanggaran ekonomi polisi Delhi. Grover terancam hukuman penjara 10 tahun.

Menurut salinan data gugatan, selain Grover dan Jain, pengaduan itu menyebutkan ayah dan saudara ipar Jain. Mereka dituduh melakukan pembayaran tidak sah sebesar 760 juta rupee untuk konsultan SDM palsu, serta melakukan pembayaran yang meningkat senilai 62,3 juta rupee.

Pengaduan ini membentang potensi penggelapan 717,6 juta rupee dan pembayaran yang tidak jujur dan ilegal kepada agen perjalanan. Jain secara khusus dituduh memperkaya dirinya sendiri melalui penggantian faktur palsu dan penghancuran bukti.

Ketegangan antara Grover dan para pemimpin lainnya di Bharatpe, yang didukung oleh investor global termasuk Sequoia Capital dan Tiger Global Management, mencapai klimaks pada bulan Maret, ketika pengusaha berusia 39 tahun itu dipaksa untuk mengundurkan diri.

C-suite perusahaan menuduh Grover menggunakan dana untuk membiayai gaya hidup mewah, tuduhan yang ditolaknya dengan keras.

Meski demikian, Ashneer Grover, Madhuri Jain dan anggota keluarga mereka sampai saat ini tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait masalah ini.

Pengadilan Tinggi Delhi telah memberi tim hukum Ashneer Grover dua minggu untuk membalas.

Pertikaian publik antara Bharatpe dan Grover telah memukul ekonomi startup yang dinamis India, di mana uang usaha telah membantu memicu kebangkitan kelas baru jutawan yang ambisius yang ingin menggantikan penjaga lama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india StartUp fintech tuntutan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top