Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Larang Ekspor Nikel, Ini Negara-negara yang Berpotensi Terusik

Presiden Jokowi secara tegas masih akan melanjutkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel. Berikut negara-negara yang berpotensi dirugikan
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tak gentar melanjutkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel meski kalah dalam gugatan Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menegaskan bahwa Indonesia akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kebijakan larangan ekspor yang telah diberlakukan sejak 2020 itu telah menuai reaksi keras dari Uni Eropa. Menurut Jokowi, Uni Eropa merasa dirugikan karena industri berbasis olahan nikelnya berpotensi terganggu. Apalagi, bila Indonesia berhasil mengembangkan industri hilir olahan nikel dalam negeri.

"Setelah saya cek kenapa sih, Uni Eropa ini menggugat, ya benar karena industrinya ternyata banyak di sana. Kalau dikerjain di sini artinya di sana akan ada pengangguran, di sana akan ada pabrik yang tutup, di sana akan ada industri yang tutup," ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2022, Rabu (30/11/2022).

Jokowi menegaskan, Indonesia tak akan takut atau mundur menghadapi tentangan dari negara-negara lain. Jika pemerintah menyerah, menurutnya, Indonesia tidak akan pernah menjadi negara maju.

Bahkan, Jokowi akan melanjutkan moratorium ekspor untuk komoditas bauksit dalam waktu dekat. Artinya, kata Jokowi, bahan mentah bauksit harus diolah di dalam negeri agar negara mendapatkan nilai tambah.

"Setelah itu, bahan-bahan yang lainnya, termasuk hal yang kecil-kecil, urusan kopi usahakan jangan sampai diekspor dalam bentuk bahan mentah. Sudah beratus tahun kita mengekspor itu. Setop, cari investor. Investasi agar masuk ke sana sehingga nilai tambahnya ada," katanya.

Tak hanya Uni Eropa, negara-negara tujuan ekspor bijih nikel Indonesia lainnya juga berpotensi dirugikan atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper