Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bisnis Pulp & Kertas Masih Prospektif, tapi Butuh Diversifikasi

Kapasitas industri pulp dan kertas Indonesia menempati peringkat kedelapan dan enam dunia.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 28 November 2022  |  03:00 WIB
Bisnis Pulp & Kertas Masih Prospektif, tapi Butuh Diversifikasi
Suasana pabrik kertas di salah satu fasilitas Asian Pulp and Paper (APP), perusahaan yang membawahkan PT Pindo Deli Pulp andnPaper Mills, induk dari Lontar Papyrus. - asianpulppaper
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian meyakini industri pulp dan kertas masih prospektif. Namun, diversifikasi dinilai tetap dibutuhkan agar sektor ini dapat terus berkembang.

Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, industri pulp dan kertas memiliki potensi berkontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Saat ini saja, dengan kapasitas terpasang industri pulp nasional sebesar 12,13 juta ton per tahun, posisi Indonesia di kancah global sudah menjanjikan.

"[Kapasitas tersebut] menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan dunia. Sedangkan, industri kertas dengan kapasitas terpasang sebesar 18,26 juta ton per tahun memposisikan Indonesia di peringkat keenam dunia," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (27/11/2022)

Putu juga mengatakan saat ini terdapat 11 perusahaan industri pulp dan kertas di dalam negeri. Sektor ini menyerap tenaga kerja langsung lebih dari 161 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang.

“Selama 2021, kinerja ekspor industri pulp dan kertas mencatatkan nilai sebesar US$7,5 miliar atau berkontribusi 6,22 persen terhadap ekspor nonmigas, yang juga setara menyumbang 3,84 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas,” ungkapnya.

Pada sisi permintaan, kebutuhan yang tinggi juga menjadi penopang bagi industri pulp dan kertas dalam negeri. Terlebih, ketersediaan bahan baku juga tergolong melimpah.

Namun demikian, sektor ini perlu meningkatkan diversifikasi produknya yang punya nilai tambah tinggi. Misalnya mengolah dissolving pulp menjadi viscose rayon sebagai bahan baku industri tekstil dan produk tekstil.

“Industri kertas merupakan sektor yang sangat potensial karena hampir semua jenis kertas sudah dapat diproduksi di dalam negeri, termasuk kertas uang dan kertas berharga yang memiliki spesifikasi khusus dalam memenuhi aspek security,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri pulp manufaktur kemenperin
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top