Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KCIC: Kereta Cepat, Proyek China yang Paling Disorot Xi Jinping

PT KCIC menilai Kereta Cepat Jakarta Bandung menjadi proyek yang paling disorot oleh Xi Jinping karena termasuk dalam program One Belt One Road.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 16 November 2022  |  15:36 WIB
KCIC: Kereta Cepat, Proyek China yang Paling Disorot Xi Jinping
Teknisi memeriksa kereta cepat inspeksi yang dihadirkan di lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (13/10/2022). Progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung telah mencapai 88,8 persen dan direncanakan beroperasi pada Juli 2023. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak - foc.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC menilai proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) sangat disoroti oleh Presiden China Xi Jinping. Dengan Presiden Jokowi, Xi Jinping dijadwalkan bakal memantau secara langsung pertama kali progres proyek KCJB hari ini.

Pada pukul 17.00 WITA hari ini, Rabu (16/11/2022), Jokowi dan Xi Jinping akan memantau uji coba dinamis Kereta Cepat Jakarta–Bandung sepanjang 16 kilometer (km) dari Tegalluar ke Kopo.

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan bahwa proyek ini memiliki dampak yang besar karena sangat disoroti oleh Xi Jinping. Hal itu lantaran KCJB merupakan proyek yang termasuk dalam program One Belt One Road (OBOR), yang diusung oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Proyek ini sangat diperhatikan oleh Presiden Xi Jinping karena merupakan bagian dari inisiasi OBOR pertama kali. Jadi, secara magnitude ini sangat kuat, dan beliau [Xi] menjadikan proyek ini percontohan bagi program OBOR di negara-negara lain," terang Dwiyana kepada Bisnis.com, Rabu (16/11/2022).

One Belt One Road, atau Belt and Road Initiative China, merupakan proyek skala besar dari China yang mencerminkan ambisi negara tersebut untuk membangkitkan kejayaannya di masa lalu. Lewat proyek tersebut, China ingin menguasai jalur maritim dunia.

Selain menjadi proyek Indonesia-China yang paling disorot, proyek tersebut akan dipantau pertama kali secara langsung oleh Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping secara langsung melalui video conference, yang disiarkan secara real time dari lokasi uji coba dinamis.

Pada sisi kesiapannya, Dwiyana mengeklaim bahwa perwakilan China menilai kesiapan proyek Kereta Cepat sudah berjalan dengan baik. Teranyar, hingga pertengahan Oktober 2022, progres fisik kereta peluru itu sudah mencapai 79,51 persen, sedangkan progres investasi sudah mencapai 90,60 persen.

Terkait dengan prasarananya, progres pembangunan Stasiun Halim sudah berjalan 69,44 persen, Stasiun Karawang 65,99 persen, Stasiun Padalarang 9,75 persen, Stasiun Tegalluar 81,77 persen, dan Depo Tegalluar 52,65 persen.

"Pak Jokowi selama ini sudah tiga kali mengunjungi proyek KCJB. Beliau sangat memperhatikan agar proyak bisa diselesaikan. Untuk Presiden Xi Jinping, ini secara langsung [melalui live streaming] pertama kali," lanjut Dwiyana.

Untuk diketahui, uji coba dinamis akan dilaksanakan dengan menggunakan kereta inspeksi atau Comprehensive Inspection Train (CIT). Rangkaian kereta atau trainset CIT sebelumnya sudah masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada awal September 2022.

Lokasi CIT kini sudah ada di Depo Stasiun KCJB Tegalluar, Jawa Barat. Uji coba dinamis kereta itu akan disiarkan secara real time dari Tegalluar untuk disaksikan di Bali pada pertemuan bilateral Indonesia dan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat proyek kereta cepat jakarta-bandung xi jinping
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top