Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

G20: Ini Upaya Angkasa Pura Property Percantik Bandara Ngurah Rai

PT Angkasa Pura Properti melakukan sejumlah upaya untuk mempercantik Bandara Ngurah Rai untuk menyambut KTT G20 Presidensi Indonesia di Bali.
Pekerja melakukan proses pengerjaan proyek pembangunan dan revitalisasi Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali, Rabu (27/7/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.
Pekerja melakukan proses pengerjaan proyek pembangunan dan revitalisasi Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali, Rabu (27/7/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura Properti menyatakan sepenuhnya mendukung perhelatan besar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Presidensi Indonesia di Bali yang akan digelar 15—16 November 2022.

Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti Ristiyanto Eko Wibowo menjelaskan dukungan yang dimaksud dengan menyelesaikan pekerjaan beautifikasi, revitalisasi, pembangunan sarana dan prasarana serta instalasi karya seni di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Apalagi, dia mengatakan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali akan menjadi gerbang utama dalam menyambut para delegasi KTT G20 serta menjadi perhatian utama yang merepresentasikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20.

“PT Angkasa Pura Properti yang dipercaya oleh PT Angkasa Pura I untuk melakukan beragam pekerjaan beautifikasi yang meliputi area Terminal Internasional, Terminal Domestik, General Aviation Terminal [GAT], Terminal VVIP Eksisting, dan fasilitas penunjang bandara lainnya,” tuturnya lewat rilisnya, Senin (14/11/2022)

Tidak hanya itu, dia menyampaikan pekerjaan beautifikasi ini juga dilakukan terhadap Terminal Internasional, PT Angkasa Pura Properti melakukan beautifikasi melalui berbagai perbaikan fasilitas terminal, rest room, signage, interior design, penggantian lantai vinyl dan dekoratif kolom.

Nuansa dan material yang digunakan dalam pekerjaan beautifikasi ini mengusung tema arsitektur tradisional Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya, seperti salah satunya anyaman rotan yang digunakan untuk dekoratif kolom dan dipasang di sepanjang koridor terminal kedatangan internasional.

Menurtnya, meskipun lekat dengan unsur tradisional, tetapi anyaman rotan tetap disesuaikan dengan tampilan yang lebih modern dan berbahan sintetis yang lebih awet, anti air, dan fire retardant.

Lebih dari itu, promosi budaya nusantara turut dihadirkan oleh PT Angkasa Pura Properti di berbagai sudut Terminal Kedatangan Internasional yaitu dengan adanya 7 instalasi karya seni yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu dan delegasi KTT G20.

“Instalasi karya seni ini merupakan hasil kolaborasi PT Angkasa Pura Properti dengan para seniman lokal Bali yang masing-masingnya memiliki beragam makna mulai dari filosofi kehidupan manusia, hingga budaya masyarakat Bali setempat,” ujarnya

Dia mencontohkan, seperti halnya Paradise Scape karya I Wayan Upadana yang menggambarkan persatuan keberagaman budaya tradisional dan global, Wana Rupa Segara Gunung karya I Kadek Armika yang menggambarkan adat dan tradisi masyarakat Bali.

"Adapun karya lainnya adalah Konstruksi Semesta karya Valasara, Nawa Dewata karya Atelier Seni, Tree of Life karya Gus Ari, Palemahan karya Raka Bernat, dan Mataya Gate karya Yoka Sara yang bermakna gerbang persembahan untuk mengantar para pengunjung selamat sampai tujuan," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan material yang digunakan pada masing-masing karya seni pun beragam, tetap mengusung unsur tradisional Bali diantaranya menggunakan kayu, rotan, dan resin.

Beragam karya seni yang menghiasi sudut Bandara I Gusti Ngurah Rai ini diharapkan dapat lebih dekat memperkenalkan budaya Indonesia kepada para delegasi KTT G20.

“Ajang KTT G20 adalah kesempatan besar Indonesia dalam memperkenalkan budaya kepada dunia. Melalui kolaborasi dengan para seniman lokal, kami berharap karya-karya seni ini dapat memberikan kesan pertama bagi para tamu dan delegasi melalui ragam budaya yang menjadi keunggulan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai terminal khusus privat jet, GAT yang akan menyambut tamu dan delegasi khusus tidak lepas dari beautifikasi. Pekerjaan tersebut meliputi relayout terminal, struktur, arsitektur, interior, mekanikal, elektrikal, elektronika, plumbing, perbaikan jalan akses, dan perbaikan taman.

Selain itu Terminal VVIP Eksisting juga dilakukan beautifikasi dengan memperbaharui interior design yang lebih modern yang sarat dengan unsur lokal budaya Bali.

Lebih luas lagi, PT Angkasa Pura Properti telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menekan emisi karbon. 

“PT Angkasa Pura Properti melakukan pemasangan 288 unit solar panel system (photovoltaics) dengan kapasitas maksimal 155 kWp yang menyuplai energi surya untuk sebagian kawasan bandara,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper