Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Foxconn Bicara Soal Kolaborasi dengan Indika (INDY) di Forum B20

Foxconn dan PT Indika Energy Tbk. berkolaborasi mengembangkan bisnis manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai listrik.
Chairman Hon Hai Precision Industry Co., Ltd. (Foxconn) Young Liu saat memberikan keynote speech dalam B20 Summit Indonesia 2022 di Bali, Senin (14/11/2022)/tangkapan layar YouTube B20 Indonesia 2022
Chairman Hon Hai Precision Industry Co., Ltd. (Foxconn) Young Liu saat memberikan keynote speech dalam B20 Summit Indonesia 2022 di Bali, Senin (14/11/2022)/tangkapan layar YouTube B20 Indonesia 2022

Bisnis.com, JAKARTA – Chairman Hon Hai Precision Industry Co., Ltd. (Foxconn) Young Liu, perusahaan produsen elektronik berbasis di Taiwan, menyampaikan pertumbuhan ekonomi di masa depan dapat terjaga dengan mengandalkan kolaborasi dan inovasi.

Liu melihat salah satu kolaborasi yang dilakukan oleh afiliasi Foxconn, Foxteq Singapore Pte. Ltd., bersama PT Indika Energy Tbk. (INDY) dapat menguntungkan industri lokal menggunakan skema build, operate, and localized (BOL) dalam menuju net zero emission.

“Foxconn dan Indika akan menunjukkan bagaimana kolaborasi BOL dapat menguntungkan industri lokal. Mari berpikir berbeda dan ke depan untuk menjadikan dunia lebih cerdas dengan bertransformasi untuk kebaikan, menurut saya inilah artinya recover together recover stronger,” ujarnya dalam B20 Summit Indonesia 2022 di Bali, Senin (14/11/2022).

Adapun, kolaborasi tersebut nantinya akan menjalankan bisnis manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai listrik. Pabrik mobil listrik pun telah direncanakan akan dibangun di Indonesia.

Lebih lanjut dalam pidatonya, Liu memaparkan, kolaborasi dan inovasi di sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) tersebut akan meningkatkan pendapatan negara serta terbukanya lapangan pekerjaan yang pada akhirnya menurunkan tingkat pengangguran.

“Ini adalah kunci untuk ekonomi yang berkelanjutan, saya sangat percaya dan membangun ekosistem EV tidak hanya berdampak potensial pada PDB negara, tetapi juga diversifikasi ke rantai pasokan industri dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” paparnya.

Dirinya pun mengajak negara-negara lain untuk ikut serta dalam kolaborasi dan inovasi untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan. Menurutnya, butuh lebih dari satu pemangku kepentingan dalam melakukan inovasi khususnya teknologi.

“Taiwan menjadi mitra paling tepercaya dan andal untuk berbagi dan berkolaborasi, mari berkembang bersama dan menciptakan dunia yang lebih baik,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper