Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IESR Apresiasi Kerja Sama Pertamina dan Chevron Kembangkan Green Hydrogen

IESR menilai positif studi bersama atau joint study yang tengah dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama Chevron Corporation.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 November 2022  |  03:13 WIB
IESR Apresiasi Kerja Sama Pertamina dan Chevron Kembangkan Green Hydrogen
IESR Apresiasi Kerja Sama Pertamina dan Chevron Kembangkan Green HydrogenBloomberg - Kyle Grillot\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai positif studi bersama atau joint study yang tengah dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama dengan Chevron Corporation. Mereka mengembangkan produk hilir panas bumi di sejumlah wilayah kerja panas bumi (WKP) potensial di kawasan Sumatera.

Produk hilir yang tengah disasar itu di antaranya pengembangan green hydrogen dan green ammonia.

“Memang studi harus dilakukan sekarang kemudian harus dilihat komersialisasinya,” kata Fabby saat dihubungi, Selasa (8/11/2022).

Menurut Fabby, kerja sama Pertamina dengan Chevron bakal berdampak positif pada upaya eksplorasi panas bumi di dalam negeri. Nantinya, pengembangan WKP itu juga ikut meningkatkan produksi produk hilir ikutan seperti green hydrogen dan green ammonia.

“Ini kolaborasi yang positif, saya harapkan bisa produksi cepat untuk memenuhi konsumsi dalam negeri dan permintaan luar negeri juga banyak untuk hydrogen,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki kerja sama dengan Chevron Corporation untuk ikut berinvestasi pada pengembangan produk hilir panas bumi di sejumlah wilayah kerja panas bumi (WKP) potensial di Kawasan Sumatera.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Power Indonesia (PPI) Fadli Rahman mengatakan perseroannya saat ini tengah menjajaki studi bersama atau joint study bersama dengan Chevron untuk menggarap potensi turunan panas bumi di sejumlah WKP kawasan tersebut.

Nantinya, Pertamina bersama dengan Chevron bakal ikut menggandeng perusahaan energi asal Singapura, Keppel Corporation untuk pengembangan green hydrogen dan amonia tersebut.

“Bagaimana kita memanfaatkan sumber daya dan kapabilitas yang mereka punya di Indonesia, karena kan Chevron ini sudah keluar istilahnya dari Indonesia nah ini kita mau bring them back,” kata Fadli saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Fadli mengatakan Chevron bersama dengan Keppel nantinya akan berfokus untuk mengembangkan potensi hilir panas bumi green hydrogen dan green amonia yang terdapat di sejumah WKP Sumatera. Menurut dia, kerja sama itu akan terlaksana dalam waktu dekat setelah join study ditarget rampung tahun ini.

Di sisi lain, Pertamina juga turut membentuk sejumlah konsorsium bersama dengan sejumlah perusahaan energi lainnya untuk menggarap potensi hidrogen dan amonia dari WKP dan lapangan berfasilitas CCUS mendatang.

Seperti diketahui, Pertamina telah menandatangani kerja sama pembentukan konsorsium pengembangan hidrogen dan ammonia bersama dengan Tokyo Electric Power Company (TEPCO), Sembcorp Industries, IGNIS Energy Holdings, Mitsubishi Corporation dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada rangkaian acara G20 lalu.

Rencanannya konsorsium bentukan Pertamina itu akan menggarap potensi hidrogen dan ammonia lewat lima proyek yang tersebar di sejumlah wilayah. Targetnya, konsorsium itu dapat memproduksi hidrogen dan amonia sebanyak 2 juta ton pada 2030 nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina chevron panas bumi
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top