Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

INSA Waspadai Ancaman Resesi Global ke Bisnis Pelayaran di 2023

INSA memprediksi ancaman resesi global pada 2023 tidak akan berdampak signifikan pada kinerja pelayaran Indonesia.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 08 November 2022  |  16:28 WIB
INSA Waspadai Ancaman Resesi Global ke Bisnis Pelayaran di 2023
Wakil Ketua Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto saat ditemui di Menara Kadin, Selasa (18/2/2020). - BISNIS/Rinaldi M. Azka
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia National Shipowners' Association (INSA) memprediksi ancaman resesi global pada 2023 tidak akan berdampak signifikan pada kinerja pelayaran sebagai bagian dari sektor logistik nasional.

Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto, mengaku optimistis terkait kinerja pelayaran sebagai salah satu unsur dalam sektor logistik pada tahun depan. Untuk tahun ini, dia menilai kinerja pelayaran baik domestik maupun mancanegara berjalan dengan baik.

Menurut Carmelita, pada tahun depan, kinerja pelayaran domestik akan lebih baik dibandingkan internasional.

"Kalau ada resesi, angkutan luar negeri mulai menipis, tapi, selama domestik cukup baik serta daya saing maupun daya beli cukup baik, maka tidak akan bermasalah," kata Carmelita pada acara Bisnis Indonesia Logistics Forum & Awards 2022, Selasa (8/11/2022).

Dari segi angkutan kontainer, Carmelita memprediksi adanya penurunan kargo pada kegiatan pengangkutan mancanegara. Sementara itu, kegiatan kargo domestik masih akan tumbuh seiring dengan kinerja perekonomian nasional.

Pada sisi komoditas yang diangkut, Carmelita menyebut pengangkutan batu bara akan tetap memiliki kinerja yang baik sejalan dengan permintaan impor tinggi dari sejumlah pasar utama yakni China.

"Sementara untuk offshore, ada juga saya lihat perubahan maupun kemajuan akan tetapi tidak signifikan. Untuk tanker sendiri lebih baik dari offshore, karena sampai saat ini belum ada sumur-sumur yang dibangun lebih banyak," ujarnya.

Terkait harga minyak, Carmelita mengungkapkan bahwa INSA juga akan terus memantau pergerakan harga sejalan dengan naik-turunnya kebijakan harga komoditas tersebut. Seperti diketahui, naik-turun harga minyak bakal berpengaruh pada biaya freight.

Pada akhirnya, risiko global seperti Covid-19, resesi ekonomi dunia dan perang Rusia-Ukraina akan menjadi ancaman bagi seluruh sektor industri termasuk pelayaran. Hal itu termasuk penaikan biaya logistik.

"Tentunya ada pengaruh. Dengan freight tapi bukan kita saja. Kita tidak boleh pesimistis, tapi harus tetap hati-hati," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi insa pelayaran logistik
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top