Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gaya Hidup Mewah Orang Kaya Jadi Penyokong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2022

BPS mencatat kelompok masyarakat menengah atas menjadi pendorong pemulihan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 07 November 2022  |  12:56 WIB
Gaya Hidup Mewah Orang Kaya Jadi Penyokong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2022
Ilustrasi. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Gaya hidup orang kaya menjadi satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 mencapai 5,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang 50,38 persen dengan capaian pertumbuhan 5,39 persen yoy. 

Kepala BPS Margo Yuwono hal itu didorong oleh peningkatan aktivitas belanja pada kelompok masyarakat menengah atas, khususnya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup mewah atau tersier.

"Ini indikasi yang baik," kata Margo dalam konferensi pers, Senin (7/11/2022).

Margo melanjutkan bahwa belanja kelas menengah atas memberikan dampak positif terhadap kelompok lainnnya. Dengan demikian pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dan menguat. 

Pada periode yang sama, daya beli kelompok masyarakat bawah terbantu dengan adanya realisasi bantuan sosial dan subsidi energi. "Pada kuartal III/2022 ini cukup tinggi realisasinya dibandingkan dengan kuartal III/2021," katanya.

Adapun Margo mengatakan satu-satunya komponen PDB dari sisi pengeluaran yang mengalami koreksi adalah belanja pemerintah. Komponen ini berkontribusi 7,57 persen terhadap PDB. 

Dia menyebut bahwa penyebab berkurangnya konsumsi pemerintah pada kuartal III/2022 di antaranya karena penurunan realisasi belanja barang dan jasa melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Komponen lainnya yang mencatatkan pertumbuhan antara lain pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 4,96 persen, ekspor yang naik 21,64 persen, dan impor sebagai pengurang dari PDB tumbuh 22,98 persen.

Ekspor, kata Margo, didorong oleh windfall komoditas unggulan seperti batu bara, hasil minyak, dan gas alam. Sementara itu impor didorong oleh kenaikan barang modal dan bahan baku. 

"Diindikasikan kebutuhan tinggi, ini menunjukkan ekonomi kuartal III/2022 juga ada pemulihan yang semakin menguat," kata Margo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi likuiditas perbankan ekonomi BPS
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top