Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BI: Harga Telur Hingga Beras Naik Menjadi Penyumbang Inflasi Pekan Pertama November 2022

Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2022 kembali mengalami inflasi, setelah mencatatkan deflasi pada bulan sebelumnya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 06 November 2022  |  20:30 WIB
BI: Harga Telur Hingga Beras Naik Menjadi Penyumbang Inflasi Pekan Pertama November 2022
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2022 kembali mengalami inflasi, setelah mencatatkan deflasi pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan BI melalui Survei Pemantauan Harga, inflasi pada pekan pertama November 2022 diperkirakan sebesar 0,08 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I November 2022, perkembangan harga sampai dengan minggu pertama November 2022 diperkirakan inflasi sebesar 0,08 persen mtm,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Nita A. Muelgini dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Minggu (6/11/2022).

Nita menjelaskan, komoditas utama penyumbang inflasi November 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu telur ayam sebesar 0,02 persen mtm.

Di samping itu, penyumbang inflasi lainnya dari komoditas daging ayam ras, beras, minyak goreng, tahu mentah, tomat, tempe, jeruk, dan sawi hijau masing-masing sebesar 0,01 persen mtm. 

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu pertama November yaitu cabai merah sebesar -0,07 persen mtm, cabai rawit sebesar -0,03 persen mtm, dan bawang putih sebesar -0,01 persen mtm.

Sebagaimana diketahui, IHK pada Oktober 2022 mengalami deflasi 0,11 persen mtm, sejalan dengan dampak penyesuaian harga BBM terhadap kenaikan inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi kelompok harga diatur pemerintah (administered prices) yang tidak sebesar prakiraan awal.

Inflasi IHK secara tahunan tercatat 5,71 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan awal maupun inflasi IHK bulan sebelumnya yang mencapai 5,95 persen.

Penurunan inflasi IHK menurut BI sejalan dengan semakin eratnya sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, BI, serta berbagai mitra strategis lainnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam menurunkan laju inflasi. 

BI memandang, inflasi akan lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan awal, meski masih di atas sasaran 2–4 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Bank Indonesia Harga Beras harga ayam
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top