Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waspada! Inflasi Akhir Tahun Berpotensi Tembus Jadi 6,5 Persen

Laju inflasi hingga akhir 2022 diproyeksi akan mencapai 6,5 persen. Simak penjelasan selengkapnya.
Pedagang beraktivitas di salah satu pasar tradisional di Jakarta, Selasa (25/10). Bank Indonesia (BI) dalam Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan tingkat inflasi hingga minggu ketiga Oktober 2022 mencapai 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). JIBI/Bisnis/Abdurachman
Pedagang beraktivitas di salah satu pasar tradisional di Jakarta, Selasa (25/10). Bank Indonesia (BI) dalam Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan tingkat inflasi hingga minggu ketiga Oktober 2022 mencapai 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Tingkat inflasi Indonesia hingga akhir 2022 diproyeksi akan mencapai 6,5 persen, dipicu oleh dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM serta semakin membaiknya sisi permintaan.

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan bahwa dampak putaran pertama (first round) dari kenaikan harga BBM pada awal September 2022 lalu masih terus berlangsung hingga saat ini.

Sejalan dengan itu, dampak putaran kedua (second round) dari kenaikan harga BBM pun masih belum terefleksi sepenuhnya. Oleh karena itu, Faiz memperkirakan  laju inflasi inti masih berpotensi meningkat secara bertahap.

Pada Oktober 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 5,71 persen secara tahunan. Secara bulanan, IHK mencatatkan deflasi sebesar 0,11 persen.

Berdasarkan komponennya, inflasi inti melanjutkan tren penguatan pada Oktober 2022, yang tercatat mencapai 3,31 persen secara tahunan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 3,21 persen yoy.

Faiz mengatakan faktor yang menahan kenaikan inflasi inti pada periode tersebut diantaranya harga-harga produk informasi dan komunikasi, kesehatan, juga pendidikan. 

“Tiga ini memiliki faktor musiman, seperti misalnya periode pembayaran biaya sekolah, kemudian harga obat medis yang melandai seiring dengan membaiknya kasus Covid-19,” katanya kepada Bisnis, Rabu (2/11/2022).

Menurutnya, inflasi inti akan meningkat lebih tinggi ke level 4,4 persen pada akhir tahun, seiring dengan membaiknya permintaan domestik dan kondisi bisnis secara keseluruhan.

Permintaan masyarakat yang membaik juga tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang tetap berada pada zona optimis pada Oktober 2022 sebesar 51,8.

Di samping itu, indikator permintaan domestik, seperti kinerja penjualan ritel, penjualan mobil, dan kepercayaan konsumen, tumbuh positif.

“Oleh karena itu, dengan penyesuaian harga output yang diperkirakan meningkat, inflasi diproyeksi mencapai 6,5 persen pada akhir tahun,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper