Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wamenkeu Suahasil Pastikan APBN Kembali ke Defisit Normal di Bawah 3 Persen

Kemenkeu sendiri telah mempersiapkan sejumlah cara agar defisit APBN dapat kembali di bawah 3 persen.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 26 Oktober 2022  |  13:56 WIB
Wamenkeu Suahasil Pastikan APBN Kembali ke Defisit Normal di Bawah 3 Persen
Wamenkeu Suahasil Nazara dalam Kuliah Umum Pengantar Ekonomi 1 FEB Universitas Indonesia dengan topik Alokasi Subsidi dan Kompensasi untuk Kesejahteraan Masyarakat pada Senin (12/9/2022) - Youtube FEB UI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kembali pada defisit normal yakni di bawah 3 persen pada tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara Simposium Nasional Keuangan Negara yang dipantau secara virtual, Rabu (26/10/2022).

“Kita menyehatkan kembali APBN supaya defisitnya bisa kembali ke bawah 3 persen,” kata Suahasil.

Kemenkeu sendiri telah mempersiapkan sejumlah cara agar defisit APBN dapat kembali di bawah 3 persen. Salah satunya adalah dengan melihat kembali struktur perekonomian dan struktur dari APBN berupa penerimaan maupun belanja negara.

Dia menuturkan, kegiatan ekonomi Indonesia di 2022 sudah mulai pulih lantaran masyarakat sudah mulai percaya diri melakukan kegiatan ekonomi. Dengan begitu, penerimaan negara mengalami peningkatan. 

Kemudian, realisasi APBN hingga September 2022 menunjukan penerimaan negara mengalami peningkatan dibandingkan penerimaan negara 2021.

“Ini adalah tanda-tanda kegiatan ekonomi mulai muncul penerimaan negaranya meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, belanja negara tahun ini masih mengalami peningkatan. Menurut dia, peningkatan belanja tersebut sehat lantaran APBN tetap harus melindungi perekonomian, mendorong belanja kesehatan, namun secara bersamaan mendorong belanja kepada sektor-sektor yang dapat mendorong pemulihan kegiatan ekonomi.

“Kita lihat belanja negara tetap meningkat, namun dalam rangka memastikan bahwa defisit bisa kita turunkan dibawah 3 persen nanti pada tahun 2023 belanja negara yang nantinya menjadi nilai di atas Rp3.000 triliun tentu harus kita lakukan efisiensi-efisiensi belanja,” jelasnya.

Dengan adanya efisiensi belanja, dia berharap pemerintah dapat melakukan konsolidasi fiskal. Kendati demikian efisiensi belanja harus tetap diarahkan untuk melindungi perekonomian. Ini tentunya melalui belanja kesehatan, dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

defisit defisit fiskal apbn
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top