Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Berhasil Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Chandra Asri (TPIA) Minta Penerbitan Izin Distribusi Komersial

Sebagai informasi, sampah plastik dapat diolah menjadi 3 jenis bahan bakar minyak. Meliputi solar, bensin, dan minyak tanah.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Oktober 2022  |  14:42 WIB
Berhasil Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Chandra Asri (TPIA) Minta Penerbitan Izin Distribusi Komersial
Petugas menimbang sampah plastik dalam program Plastic to Food yang diselenggarakan oleh BSD dan Chandra Asri. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) meminta pemerintah menerbitkan regulasi tentang izin komersialisasi bahan bakar minyak (BBM) hasil olahan sampah plastik. 

Hal tersebut disampaikan oleh VP Corporate Relations & Sustainability Chandra Asih Edi Rivai pada saat mengunjungi fasilitas industri pengolahan sampah terpadu (IPST) di Cilegon pada Rabu (19/10/2022). 

"Kami berharap pemerintah bisa mengeluarkan regulasi agar output BBM hasil olahan sampah plastik bisa dijual secara komersial," ujar Edi. 

Dengan belum adanya izin edar secara komersial, maka BBM yang dihasilkan dari sampah plastik baru bisa disalurkan kepada nelayan dan masyarakat di pesisir pantai yang masuk dalam program pemberdayaan masyarakat perusahaan. Sebaliknya, para nelayan itupun menjaring sampah dari lautan yang kemudian dijual melalui bangsal tempat pembuangan sampah (TPS) milik TPIA. 

Sebagai informasi, sampah plastik dapat diolah menjadi 3 jenis bahan bakar minyak, solar, bensin, dan minyak tanah. Secara internal, TPIA mengklaim satu mesin pengolahan memiliki kapasitas produksi sebanyak 80 liter per 100 kg sampah plastik dengan durasi 8-10 jam. Investasi yang diperlukan untuk pengadaan alat-alat produksi di satu lokasi pengolahan diperkirakan sekitar Rp400 juta. 

Sejauh ini, TPIA masih melakukan pendekatan ke pemerintah terkait dengan skema penyaluran BBM hasil olahan plastik secara komersial. Dengan demikian, pada 2025 industri pengolahan sampah ditargetkan sudah bisa menggaet profit. 

"Soal izin sudah dilaporkan ke pemerintah pusat dan dan provinsi. Tinggal tunggu, kami juga berharap ada insentif untuk industri pengolahan sampah," kata Edi. 

Tujuan utama upaya tersebut adalah mengolah sampah plastik menjadi produk multiguna guna mendukung terwujudnya sirkular ekonomi dan keberlanjutan di industri kimia. 

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK), total timbunan sampah di Indonesia sekitar 30 juta ton dengan volume yang belum terkelola mencapai 10,7 juta ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top