Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga TBS Sawit Masih di Bawah Rp2.000 per Kg, Ini Sebabnya

Padahal, rerata harga penetapan Dinas Perkebunan di 22 provinsi sentra sawit sudah menetapkan harga TBS Rp2.128 per kg.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  17:40 WIB
Harga TBS Sawit Masih di Bawah Rp2.000 per Kg, Ini Sebabnya
Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Makna Zaezar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Mayoritas petani sawit masih merasakan harga tandan buah segar (TBS) sawit di bawah Rp2.000 per kilogram/kg atau rata-rata Rp1.800 per kg. Padahal, rerata harga penetapan Dinas Perkebunan di 22 provinsi sentra sawit sudah menetapkan harga TBS Rp2.128 per kg.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengatakan berdasarkan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) saat ini, seharusnya harga TBS Rp2.600-Rp2.700 per kg. Namun, ada beberapa penyebab hal tersebut tidak terealisasi.

“Karena PKS-PKS [Pabrik Kelapa Sawit] masih ingin untung lebih dari yang seharusnya,” ujar Sahat saat dihubungi, Senin (10/10/2022).

Gulat menambahkan, penyebab lainnya harga TBS turun lantaran pelaku usaha masih menunggu kebijakan pemerintah terkait ekspor CPO. Pemerintah sendiri memberlakukan pembebasan tarif pungutan ekspor (PE) untuk semua produk Crude Palm Oil (CPO) sampai 31 Oktober 2022. Tujuannya agar menjaga momentum harga CPO yang mulai stabil.

“Penyebab lainnya bahwa PKS, refinary dan eksportir masih menunggu kebijakan pemerintah tentang levy, apakah diperpanjang nol [pasca oktober] atau akan diberlakukan levy?,” ujar Gulat

Selain itu, untuk mempercepat kenaikan harga TBS, Gulat meminta pemerintah segera mempercepat program biodiesel 35 persen atau 40 persen (B40). Kemudian dia juga meminta agar harga TBS disamakan dengan antara petani swadaya dengan petani yang bermitra/plasma.

“Kementan segera/percepatan revisi Permentan 01/2018, karena dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini dan hal ini sangat merugikan petani sawit,” imbuh Gulat.

Lebih lanjut, agar pemerintah juga mengevaluasi beban-beban TBS petani saat perhitungan harga TBS di Disbun.

“Contohnya biaya pemasaran, biaya penyusutan, biaya BOTL. Semua biaya-beban ini sangat memberatkan / menekan harga TBS Petani yg sesungguhnya tidak diperlukan. Totalnya bisa mencapai Rp300-500 per kg TBS,” jelas Gulat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit sawit kelapa sawit minyak sawit mentah petani sawit industri sawit kebun sawit tbs
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top