Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Pariwisata Florida Diperkirakan Rugi Rp10,6 Triliun Akibat Terjangan Badai Ian

Badai Ian diperkirakan menekan sektor pariwisata Florida, yang menjadi salah satu negara bagian yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik dan asing.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 29 September 2022  |  08:06 WIB
Sektor Pariwisata Florida Diperkirakan Rugi Rp10,6 Triliun Akibat Terjangan Badai Ian
Badai Ian. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badai Ian menerjang bagian barat daya Florida, AS sejak Rabu (28/9/2022). Akibatnya, sektor pariwisata di Florida berpotensi merugi US$7 miliar atau sekitar Rp10,6 triliun.

Dilansir Bloomberg, terlihat antrean pengunjung yang mengular di Coronado Springs Resort menjelang badai Ian menghadang pekan ini. Coronado Springs Resort adalah sebuah resor yang dikelola dan terletak di Walt Disney World Resort, Walt Disney World di Orlando, Florida.

Seluruh taman hiburan seperti Disney, Universal Orlando, dan SeaWorld Orlando ditutup karena badai Ian akan melanda negara bagian tersebut. Namun, Disney dan Universal Orlando membiarkan sebagian besar hotelnya tetap buka sehingga para tamu dapat berlindung dari badai.

Pelabuhan di kedua sisi negara bagian telah ditutup, memaksa operator pelayaran besar seperti Carnival Corp. untuk membatalkan keberangkatan dan mengubah rute kapal. Maskapai pun membatalkan ribuan penerbangan dan Bandara Internasional Tampa ditutup.

Diketahui, Florida merupakan salah satu negara bagian yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik dan asing. Tahun lalu, Orlando saja menyambut 59,3 juta pendatang. Industri pariwisata Florida telah pulih setelah melewati dua tahun pandemi Covid-19, tetapi badai Ian yang menyerang Sunshine State itu mengakibatkan penghentian sementara.

Chuck Watson seorang pemodel bencana dengan Enki Research, memperkirakan kerusakan fisik infrastruktur pariwisata Florida terutama hotel, bisa mencapai US$5 miliar. Bahkan, kerugian pendapatan sebab wisatawan yang tidak dapat menyewa perahu, naik wahana taman hiburan, atau membeli minuman di tepi kolam renang dapat menelan biaya hingga US$2 miliar.

Namun, semua jumlah kerugian tersebut masih berupa angka prediksi tergantung situasi saat badai Ian melewati wilayah Florida.

“Sangat tergantung pada seberapa cepat (badai) Ian meluruh saat bergerak melintasi wilayah Orlando,” kata Watson, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (29/9/2022).

Pada tingkat badai saat ini, penutupan bisa berlangsung seminggu atau lebih. Jika badai mereda lebih cepat, maka penutupan mungkin hanya berlangsung beberapa hari saja.

Industri pariwisata Florida sebelumnya sudah memiliki banyak pengalaman dengan badai. Pada September 2017, badai Irma memaksa Disney untuk menutup taman hiburannya selama dua hari dan membatalkan tiga pelayaran. Kemudian, Disney dibuka kembali dengan kerusakan minimal.

Di tahun yang sama badai lain pun menerjang, termasuk badai Harvey dan Maria, yang menyebabkan masalah bagi industri pelayaran. Mereka membatalkan beberapa perjalanan dan mengarahkan yang lain.

Royal Caribbean Cruises Ltd. dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd. mengirim kapal kosong mereka ke Karibia untuk mengevakuasi turis dari pulau-pulau tersebut. Royal Caribbean melaporkan pendapatan US$55 juta akibat badai tahun itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badai florida Pariwisata
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top