Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kronologi Mie Sedaap Asal RI Ditarik dari Pasar Hong Kong

Center of Food Safety (CFS) Hong Kong menemukan kandungan yang diduga pestisida dalam sampel mi instan kemasan Mie Sedaap.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 28 September 2022  |  16:39 WIB
Kronologi Mie Sedaap Asal RI Ditarik dari Pasar Hong Kong
Mie Sedaap varian Korean Spicy ditarik dari pasar Hongkong karena diduga mengandung pestisida / Dok. CFS Hong Kong.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Center of Food Safety (CFS) Hong Kong menemukan kandungan yang diduga pestisida dalam sampel mi instan kemasan yang diimpor dari Indonesia, dengan merek dagang Mi Sedaap.

Pemerintah Hong Kong meminta para penjual Mi Sedaap varian Korean Spicy untuk berhenti memasarkan produk tersebut karena ditemukan kandungan pestisida.

“Anggota masyarakat tidak boleh mengkonsumsi batch produk yang terkena dampak. Perdagangan juga harus segera berhenti menggunakan atau menjual batch produk yang terkena dampak jika mereka memilikinya,” tulis CFS dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (28/9/2022). 

Adapun, sampel tersebut ditemukan mengandung pestisida pada 27 September 2022 waktu setempat. CFS menemukan adanya pestisida jenis etilen oksida pada produk milik Wings Food tersebut. 

"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk pengujian di bawah Program Pengawasan Makanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, paket bumbu dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida,” tulis CFS.

Pada keterangan tersebut, CFS menyampaikan bahwa International Agency of Research on Cancer mengkategorikan zat etilen oksida, zat yang ditemukan pada Mi Sedaap, sebagai karsinogen.

“Menurut Residu Pestisida dalam Peraturan Makanan (Cap 132CM), makanan untuk konsumsi manusia yang mengandung residu pestisida hanya boleh dijual jika tidak berbahaya atau merugikan kesehatan,” lanjut CFS.

Sementara itu, CFS menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi terkait temuan tersebut dan memperingatkan para penjual untuk berhenti memasarkan batch produk Mi Sedaap varian Korean Spicy dengan tanggal kedaluwarsa 19 Mei 2023.

Kejadian serupa juga ditemukan oleh pemerintah Taiwan pada awal Juli 2022. Badan Obat-obatan dan Makanan atau Food and Drug Administration (FDA) Taiwan menolak 4.047,4 kg mie cup merek Mi Sedaap asal Indonesia karena diketahui mengandung kadar etilen oksida di luar batas aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mie Sedaap hong kong mi instan pestisida
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top