Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

100 Hari Kerja, Zulhas Klaim Mampu Turunkan Harga Minyak Goreng

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas klaim penstabilan harga minyak goreng, hingga perjanjian dagang komprehensif dengan Korea Selatan.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas klaim penstabilan harga minyak goreng, hingga perjanjian dagang komprehensif dengan Korea Selatan. BISNIS/Annisa Kurniasari Saumi
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas klaim penstabilan harga minyak goreng, hingga perjanjian dagang komprehensif dengan Korea Selatan. BISNIS/Annisa Kurniasari Saumi

Bisnis.com, MANGUPURA - Kerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas genap mencapai 100 hari pada Jumat (23/9/2022). Zulkifli menyebut terdapat beberapa capaian selama 100 hari kerja, mulai dari penstabilan harga minyak goreng, hingga penandatanganan perjanjian komprehensif dengan negara-negara lain.

Berbicara kepada Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin, menteri yang akrab disapa Zulhas ini menuturkan berhasil mengendalikan harga minyak goreng dalam waktu 2 minggu sejak diangkat menjadi menteri.

"Harga minyak goreng, saya 14 hari, sudah Rp14.000. Cuma 2 minggu. Harga Tandan Buah Segar dari Rp600, bisa Rp2.000. Enggak mudah itu," kata Zulhas kepada Bisnis, di Mangupura, Jumat (23/9/2022).

Zulhas menuturkan, langkah selanjutnya dari penstabilan harga minyak goreng adalah dengan melepas MinyaKita ke wilayah Indonesia Timur, takni Maluku dan Papua. Selain minyak goreng, Zulhas juga menyebut dirinya berhasil menstabilkan harga telur dan sembako lainnya.

Menurutnya, keberhasilannya menstabilkan harga bahan pokok ini dilakukan melalui pendekatan seperti Presiden Joko Widodo. Zulhas akan turun ke lapangan, mendengarkan masalah, menemukan benang merah, dan keputusan bisa diambil dengan cepat.

"Saya tiru presiden saja, sering turun, dengerin, masalahnya apa, terus ketemu benang merahnya, diputusin cepat," tuturnya.

Capaian lain yang menurutnya berhasil diraih dalam 100 hari adalah pembukaan jalur perdagangan atau tollway di Uni Emirat Arab (UAE), ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA), serta Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

"Kita sedang buka tollway, enggak mudah urusan sama DPR. Ada yang puluhan tahun ratifikasi, saya baru 100 hari, enggak sampai malah, dua ratifikasi selesai," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kesuksesan penyelenggaran Trade, Investment, & Industry Ministerial Meeting G20 juga merupakan salah satu capaiannya dalam 100 hari.

"Saya didatangi oleh seluruh delegasi, hampir semua ketemu, mereka mengucapkan selamat ke kita. Memang tidak konsensus, tapi dari 27 paragraf, 26 disepakati. Satu isu tidak disepakati, mengenai geopolitik, tapi dari 26 kita aman," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper