Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Naikkan Suku Bunga 75 Bps, Sri Mulyani: Predictable!

Menkeu Sri Mulyani buka suara soal keputusan The Fed naikkan suku bunga 75 Bps.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 September 2022  |  13:16 WIB
The Fed Naikkan Suku Bunga 75 Bps, Sri Mulyani: Predictable!
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Rabu (31/8/2022). - Bisnis/Wibi Pangestu Pratama
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai bahwa langkah The Fed menaikkan suku bunga 75 basis poin sesuai perkiraan, karena bank sentral Amerika Serikat akan fokus mengendalikan inflasinya yang masih tinggi.

Dia menjelaskan bahwa tingginya tingkat inflasi Amerika Serikat menyebabkan The Fed mengambil sikap untuk menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin menjadi 3—3,25 persen. Pasalnya, inflasi Agustus 2022 di sana sudah mencapai 8,3 persen.

"Kalau dari statement-nya sudah mengatakan bahwa mereka akan melakukan sampai inflasi bisa betul-betul terkendali, itu artinya ya 75 basis poin sudah predictable," ujar Sri Mulyani pada Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, inflasi masih menjadi ancaman bagi Negeri Paman Sam, sehingga prioritas The Fed adalah untuk meredam inflasi sehingga tidak terjadi ekspektasi kenaikan harga yang terus berlanjut. Pemerintah pun sudah meyakini bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan terjadi.

Dia menilai bahwa The Fed sudah memperhitungkan konsekuensi kenaikan suku bunga terhadap pelemahan ekonomi negaranya. Menurut Sri Mulyani, hal tersebut tercermin dari sikap tegas The Fed ketika menaikkan suku bunga dan menyampaikan berbagai proyeksi.

Suku bunga The Fed diyakini akan naik hingga 4 persen pada tahun depan. Hal itu mengindikasikan terdapat potensi kenaikan dalam beberapa rapat dewan gubernur ke depan.

"Artinya, ya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat tahun ini akhir sampai tahun depan mungkin akan mulai terlihat mengalami dampak dari kenaikan suku bunga tersebut," imbuhnnya.

Sri Mulyani menyebut bahwa tingginya laju inflasi dan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat akan memengaruhi proyeksi ekonomi dunia, karena posisinya sebagai kekuatan ekonomi terbesar. Kondisi itu pun dapat memengaruhi harga komoditas, sehingga Indonesia perlu mengambil langkah anitisipasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani the fed suku bunga acuan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top