Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelajah Pelabuhan 2022, 3 BUMN Kolaborasi Bangun Jalur Kereta Api di Pelabuhan Kuala Tanjung

Pengangkutan barang dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung hingga Pelabuhan Belawan saat ini sedang diuji coba.
Kegiatan bongkar muat barang dari kereta di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara. /PT Prima Multi Terminal
Kegiatan bongkar muat barang dari kereta di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara. /PT Prima Multi Terminal

Bisnis.com, BATU BARA – Pengelola Kuala Tanjung Multipurpose Terminal di Sumatera Utata, PT Prima Multi Terminal, tengah mengembangkan integrasi multimoda guna meningkatkan mobilitas barang dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Integrasi dilakukan dengan jalur kereta api barang yang menghubungkan Sei Mangkei, Kuala Tanjung, dan Belawan.

Pengangkutan barang dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung hingga Pelabuhan Belawan saat ini sedang diuji coba. Rencananya, uji coba integrasi pengangkutan barang akan diintensifkan guna mendorong kesiapan pengoperasian secara reguler.

"Selama ini kargo-kargo dari INL [PT Industri Nabati Lestari di Sei Mangkei] dilayani menggunakan truk tangki untuk ke sini dan menuju tangki timbun. Next, sinergi BUMN salah satunya dengan KAI akan mengupayakan angkutan CPO dan turunannya menggunakan kereta," ujar Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Rudi Susanto kepada Tim Jelajah Pelabuhan Bisnis Indonesia, Senin (19/9/2022).

Adapun, upaya integrasi tersebut merupakan kolaborasi antara PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN III yang mengelola PT INL di Sei Mangkei, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Pelindo (Persero) diluncurkan pada awal tahun ini. Kolaborasi diharapkan bisa mengoptimalkan KEK Sei Mangkei, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal, dan jalur kereta api barang.

Faktor keamanan dan upaya mengurangi kemacetan menjadi sejumlah alasan di balik adanya integrasi multimoda tersebut. Padahal, pengembangan Tol Trans Sumatra juga tengah didorong dan dinilai juga bisa ikut melancarkan arus barang.

"Dari cost juga bisa lebih murah karena bisa membawa satu rangkaian gerbong bisa sekaligus banyak dan delivery tepat waktu," kata Rudi.

Adapun uji coba terakhir dilakukan pada 7 September dan 16-17 September lalu. Namun, sampai dengan saat ini belum ada target waktu pasti kapan integrasi multimoda itu akan beroperasi secara reguler.

Direktur Operasi PT Prima Multi Terminal Benny Panjaitan mengatakan ketika pengangkutan curah maupun kargo dari Sei Mangkei dengan kereta sudah beroperasi secara reguler, diharapkan bisa beroperasi minimal selama tiga hari sepekan.

Berdasarkan data milik Prima Multi Terminal, setidaknya ada tiga perusahaan di KEK Sei Mangkei yang akan bisa menggunakan layanan kereta api barang tersebut. Misalnya, PT Industri Nabati Lestari bisa mengangkut komoditas minyak goreng ke Kuala Tanjung dengan volume 1.500 ton per hari.

Kemudian, PT Unilever Tbk. (UNVR) untuk semifinished product (minyak goreng, sabun, kosmetik) ke Kuala Tanjung dan Belawan sebesar 36 x 20 TEUs, maupun 18 x 40 TEUs.

"Cita-cita itu sehari tiga trip kalau mampu. Sama satu GD [gerbong datar] bisa dua kontainer kecil. Sekarang baru mampu satu trip sehari untuk 18 GD, berarti TEUs nya 36," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper