Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pergeseran Tanah di Bojong Koneng, PUPR: Proyek 2 Bendungan Jauh dari Lokasi

Kementerian PUPR menilai pergeseran tanah terjadi akibat topografi dari daerah Bojong Koneng yang memiliki tingkat kecuraman yang tinggi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 20 September 2022  |  06:29 WIB
Pergeseran Tanah di Bojong Koneng, PUPR: Proyek 2 Bendungan Jauh dari Lokasi
Pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proyek dua bendungan yang tengah dikerjakan jauh dari lokasi pergeseran tanah di Bojong Koneng.

Direktur Bendungan Direktor Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Airlangga Mardjono menjelaskan kejadian pergeseran tanah jauh dari lokasi.

"Gerakan tanahnya di Bojong Koneng, jauh dari lokasi bendungan kita," katanya kepada Bisnis, Senin (19/9/2022).

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menilai secara teknis pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi tidak berdampak terhadap pergeseran tanah.

Dia menilai, pergeseran tanah terjadi akibat topografi dari daerah Bojong Koneng yang memiliki tingkat kecuraman yang tinggi, sehingga sangat rawan terjadi pergeseran tanah.

Kendati demikian, Hedy menuturkan perlu adanya kejadian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pergeseran tanah tersebut.

"Ya mungkin harus kita lihat lebih jauh, kalau saya sih secara teknis terlalu jauh [dua bendungan] gitu ya," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan Kementerian PUPR infrastruktur
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top