Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utang Luar Negeri Indonesia US$400 Miliar per Juli 2022, Turun 4,1 Persen

Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir Juli 2022 tercatat sebesar US$400 miliar
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 September 2022  |  10:54 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia US$400 Miliar per Juli 2022, Turun 4,1 Persen
Ilustrasi utang luar negeri Indonesia - Bisnis / Himawan L Nugraha\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$400,4 miliar per Juli 2022 atau turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) sebesar US$403,6 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan secara tahunan posisi ULN pada Juli 2022 terkontraksi sebesar 4,1 persen (year-on-year/yoy), lebih dalam dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen yoy.  Penurunan ULN tersebut terjadi baik pada ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta.

Posisi ULN Pemerintah pada Juli 2022 tercatat sebesar US$185,6 miliar, terkontraksi 9,9 persen yoy, lebih dalam dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 8,6 persen yoy.

“Penurunan ULN Pemerintah terjadi akibat adanya pergeseran penempatan dana oleh investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara [SBN] domestik sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global,” kata Erwin dalam keterangan resmi, Kamis (15/9/2022).

Di sisi lain, Erwin mengatakan instrumen pinjaman mengalami kenaikan posisi dari bulan sebelumnya yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek, baik untuk penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur, maupun untuk pembangunan proyek dan program lainnya.

Sejalan dengan itu, posisi ULN swasta pada Juli 2022 tercatat sebesar US$206,3 miliar, juga terkontraksi sebesar 1,2 persen yoy, lebih dalam dari kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 0,7 persen yoy. 

Penurunan disebabkan oleh kontraksi ULN lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan, yang masing-masing terkontraksi 2,0 persen yoy dan 0,9 persen yoy, terutama karena pembayaran neto surat utang. 

Erwin menyampaikan, ULN Indonesia pada Juli 2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga pada kisaran 30,7 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 31,8 persen.

“Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,8 persen dari total ULN,” kata Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang luar negeri Bank Indonesia utang pemerintah
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top