Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Klaim Harga Tiket Pesawat Turun 7 Persen di Luar Periode Puncak

Kemenhub mengklaim harga tiket pesawat di luar periode sibuk mengalami penurunan sekitar 7-8 persen.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 September 2022  |  18:31 WIB
Kemenhub Klaim Harga Tiket Pesawat Turun 7 Persen di Luar Periode Puncak
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim harga tiket pesawat pada hari biasa (Senin–Kamis) di luar periode sibuk mengalami penurunan sekitar 7-8 persen setelah melakukan sejumlah evaluasi.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Nur Isnin menjelaskan upaya promosi dan sosialisasi agar masyarakat menghabiskan waktu bepergian pada hari biasa di luar periode puncak untuk urusan yang tidak bersifat mendesak mulai membuahkan hasil.

“Evaluasi terkait dengan adanya kampanye penurunan tiket itu sekitar 7 persen – 8 persen di watu bukan peak. Ini turunnya lumayan,” kata Isnin dalam rapat bersama dengan Komisi V DPR RI, Selasa (13/9/2022).

Dalam rapat tersebut, Kemenhub juga memaparkan sejumlah strategi lainnya yang sudah ditempuh dalam upaya menstabilkan tarif tiket pesawat.

Isnin mengungkapkan Kemenhub secara internal berkolaborasi bersama dengan stakeholder di industri penerbangan, bandara, telah memberikan kebijakan terkait dengan PNBP nol rupiah bagi maskapai yang mendarat di bandar udara milik Kemenhub.

Kolaborasi juga telah dilakukan bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjaga konektivitas perjalanan di luar Jawa lewat skema block seat. Meski belum semua Pemda melakukannya dan hasilnya kurang memuaskan, Isnin menyebut upaya ini patut diapresiasi.

Bersama dengan mitra kementerian lainnya, Isnin juga mengaku sedang dalam proses mengusulkan relaksasi untuk menghapus pajak PPN tiket pesawat dan avtur.

“Ini kami sambil memantau apakah harga avtur turun duluan atau harus dengan kebijakan relaksasi ini,” ujarnya.

Isnin juga menyebut pihaknya telah mendorong maskapai untuk meningkatkan operasional agar harga tiket pesawat bisa turun, kendati harga avtur mulai melandai.

"Pak Menhub itu mendorong seluruh airline untuk menambah pesawat atau ada investor baru yang membuat maskapai baru," kata Isnin.

Seperti diketahui, kenaikan harga tiket pesawat sampai disoroti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Kepala Negara bahkan langsung memerintahkan dua menteri, Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN, untuk mendorong ketersediaan tiket pesawat yang terjangkau.

"Pak Menteri Perhubungan saya perintah segera ini diselesaikan. Garuda, Menteri BUMN juga saya sampaikan, segera tambah pesawatnya agar harga bisa kembali pada keadaan normal. Meskipun itu tidak mudah karena harga avtur internasional juga tinggi," kata Jokowi, dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) beberapa waktu lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa harga tiket pesawat ikut menyumbang deflasi secara bulanan pada Agustus 2022. Untuk diketahui, deflasi Agustus 2022 sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Pada bulan lalu, kelompok pengeluaran transportasi (tiket pesawat) mengalami deflasi sebesar 0,08 persen dengan andil kepada deflasi Agustus 2022 0,01 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan turunnya harga tiket pesawat disebabkan oleh menurunnya harga avtur.

"Juga ada kebijakan pemerintah yang menggratiskan PNBP untuk jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat di bandara," kata Margo dalam konferensi pers awal September lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiket pesawat avtur Kemenhub
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top