Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biaya Konstruksi Bengkak, Adhi Karya (ADHI) Minta Penyesuaian Nilai Kontrak

Adhi Karya (ADHI) bakal meminta penyesuaian nilai kontrak guna meredam dampak kenaikan harga bahan baku terhadap biaya konstruksi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 September 2022  |  19:08 WIB
Biaya Konstruksi Bengkak, Adhi Karya (ADHI) Minta Penyesuaian Nilai Kontrak
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) bakal meminta penyesuaian nilai kontrak guna meredam dampak kenaikan harga bahan baku hingga menyebabkan biaya konstruksi membengkak. Kondisi kenaikan saat ini dinilai melebihi dari batas wajar.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan inflasi yang terjadi pada kuartal I/2022 telah berdampak terhadap perseroan. Kondisi itu telah menyebabkan adanya kenaikan harga pokok penjualan (HPP) proyek.

Dia menjelaskan, pada umumnya dalam sebuah kontrak proyek telah terdapat klausul untuk menambahkan risiko-risiko yang akan timbul dalam pekerjaan proyek sehingga memungkinkan untuk terjadinya perubahan. Namun, kondisi yang terjadi saat ini tidak cukup untuk mengkompensasi klasul risiko yang telah diperhitungkan dalam kontrak.

"Pada triwulan I kejadiannya ini luar biasa karena eskalasi saja tidak cukup menampung ini, cara kita adalah mengajukan pemberi kerja untuk memberikan toleransi perubahan terhadap atau ada claim tambahan atas kenaikan harga yang melebihi batas-batas yang dianggap normal, upaya ini sudah kami lakukan baik secara ADHI secara perseroan, kemudian juga melalui asosiasi, dan asosiasi sudah membahas," kata Entus dalam Public Expose Live, Senin (12/9/2022).

Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata menambahkan beberapa pemberi kerja telah melakukan diskusi untuk mencari jalan tengah keadaan yang di luar keadaan normal tersebut.

Dia menjelaskan, untuk kontrak jangka panjang pihaknya telah memiliki klausul khusus yang dijadikan acuan untuk meredam dampak kenaikan harga.

"Saat ini kita sedang melakukan diskusi dengan pemerintah termasuk dengan asosiasi, Gapensi, dan asosiasi kontraktor Indonesia supaya bisa merecovery harga yang diluar kewajaran yang sedang terjadi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya adhi konstruksi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top