Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SKK Migas Sokong 20 Pabrikan Lokal di Pameran Migas Asia

Di perhelatan ini sebanyak 20 perusahaan dalam negeri, termasuk pabrikan lokal penunjang industri hulu migas ikut ambil bagian.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sebuah paparan kinerja dengan media. Istimewa/SKK Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sebuah paparan kinerja dengan media. Istimewa/SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung 20 pabrikan lokal dipamerkan di Eksibisi Migas Asia di Malaysia.

SKĶ Migas memberangkatkan perlengkapan dan logistik delegasi Indonesian Pavilion, yang akan dipamerkan di Eksibisi Migas Asia (Oil & Gas Asia–OGA Exhibition 2022) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13-15 September 2022. Di perhelatan ini sebanyak 20 perusahaan dalam negeri, termasuk pabrikan lokal penunjang industri hulu migas ambil bagian dan tergabung dalam delegasi Indonesian Pavilion.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi sekaligus Ketua Delegasi Indonesian Pavilion OGA 2022 mengatakan pemerintah Indonesia melalui SKK Migas sangat serius mengawal dan memfasilitasi pabrikan dalam negeri untuk tembus ke pasar regional dan global.

“Kami bahkan sudah menyusun waktu pertemuan peserta delegasi Indonesian Pavilion dengan para pengambil keputusan dari perusahaan minyak internasional,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/9/2022).

Oil & Gas Asia merupakan salah satu eksibisi migas paling akbar di Asia, di mana pemangku kepentingan industri migas bertemu dengan para pengambil keputusan perusahaan-perusahaan minyak nasional dan internasional.

Event ini sekaligus menjadi wadah bertukar informasi mengenai teknologi dan trend terkini industri migas. Penyelenggaraan OGA 2022 kali ini digabung dengan Malaysian Oil & Gas Services Exhibition and Conference (MOGSEC).

Selain diikuti oleh para eksekutif perusahaan perusahaan minyak dan gas dunia, Oil & Gas Asia Exhibition 2022 juga akan dihadiri Perdana Menteri Malaysia, serta beberapa menteri dan pejabat otoritas migas Malaysia. Dari Indonesia akan hadir pejabat Kementerian ESDM dan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.

Erwin menjelaskan, Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya akan hadir di forum tersebut, satu atap dengan para pelaku industri hulu migas lokal dan nasional.

"Bersama-sama kita akan mamakai badge merah-putih di Indonesia Pavilion. Kita tunjukkan bahwa industri hulu migas di Indonesia bisa bersaing di luar negeri,” ujarnya.

Menurutnya, dalam banyak hal daya saing dan kemampuan perusahaan dalam negeri tidak kalah dengan produk impor. Setidaknya keunggulan itu terlihat di Forum Kapasitas Nasional 2022. Begitu banyak barang dan jasa perusahaan dalam negeri dipakai oleh operator migas kelas dunia yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti Petronas, Eni, ExxonMobil atau Petrochina.

"Barang dan jasa perusahaan lokal itu digunakan karena berhasil memenuhi kualifikasi standar operator migas, yang umumnya punya standar kualitas yang tinggi,” kata Erwin.

Oleh karena itu, lanjutnya, SKK Migas berkepentingan mempromosikan produk-produk lokal terbaik penunjang industri hulu migas ke pasar global. Pada prinsipnya, SKK Migas  berkomitmen untuk menciptakan dampak berganda industri hulu migas bagi perekonomian nasional.

Dia menambahkan, keterlibatan Indonesia Pavilion di acara OGA MOGSEC 2022 merupakan tindak lanjut darikegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022, yang baru saja dilaksanakan akhir Juli kemarin.

Di Forum itu, SKK Migas melakukan seleksi kepada 20 pabrikan terbaik dalam negeri untuk dapat menunjukkan produk-produk andalannya, sekaligus mempertemukannya (business matchmaking) dengan perusahaan migas di Asia Pasifik seperti Petronas Malaysia, PTT Thailand, Exxonmobile Singapore dan perusahaan-perusahaan lainnya.

Ke-20 pabrikan yang tergabung dalam Indonesian Pavilion antara lain Pertamina Group ( Pertamina Sub Holding Utama, Pertamina Drilling Service Indonesia, dan Elnusa), Pertamina Patraniaga, PT Teknologi Rekayasa Katup, PT Luas Birus Utama, PT IMECO Inter Sarana, PT Sagatrade Murni, PT Seamless Pipe Indonesia Jaya, PT Artas Energy Petrogas, dan PT Meindo Elang Indaah.

Selain itu, turut bergabung PT Titian Service Indonesia, PT Dwi Sumber Arca Waja, PT Jotun Indonesia, PT Bukit Baja Nusantara, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari, PT Rainbow Tubulars Manufacture, PT Fajar Benua Indopack, PT Krakatau Steel dan Krakatau Pipe Industries, PT Kairos Utama Indoesia, PT Pertamina International Shipping, serta PT Epsindo Jaya Pratama.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper