Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Tiket Pesawat Turun, GMF Aero Asia (GMFI) Bahas Insentif Bea Impor

GMFI melakukan diskusi dengan Kementerian Perindustrian mengenai upaya pengurangan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk material dan komponen pesawat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 September 2022  |  01:30 WIB
Tarif Tiket Pesawat Turun, GMF Aero Asia (GMFI) Bahas Insentif Bea Impor
Pesawat Airbus A330-900neo milik Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Rabu (27/11/2019) malam. - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) meminta adanya keringanan bea masuk pajak dan impor dalam mendatangkan kompenen pesawat agar bisa turut menurunkan tarif tiket pesawat.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi menuturkan saat ini perseroan tengah berupaya meningkatkan efektivitas perawatan pesawat sehingga dapat berdampak positif terhadap beban operasional maskapai. Salah satu yang sudah dilakukan adalah berkomunikasi dengan asosiasi Maintenance Repair Overhaul atau MRO untuk memulai workshop dan diskusi intens dengan Kementerian Perindustrian.

Pembahasan difokuskan mengenai upaya pengurangan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk material dan komponen pesawat.

"Sehingga apabila ada insentif khusus dari pemerintah, diharapkan beban biaya maintenance akan berkurang bagi airlines, dan mungkin bisa langsung menurunkan harga tiket pesawat," ujarnya, Jumat (2/9/2022).

Sebelumnya, Pemerintah juga bakal mengoptimalkan kinerja bengkel pesawat atau (Maintenance Repair and Overhaul/MRO) di Batam Aero Technic sebagai upaya mendorong pergerakan penumpang dan mengefektifkan tarif tiket pesawat.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan dengan memanfaatkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kota Batam saat ini telah memiliki Batam Aero Technic (BAT). Dengan nilai investasi sebesar Rp7,29 triliun, kehadiran KEK ini diproyeksikan dapat menghemat devisa rata-rata 30 persen -- 35 persen dari kebutuhan perawatan (MRO) Maskapai Penerbangan Nasional senilai Rp26 triliun per tahun.

“Mudah-mudahan kita bisa sedikit mendorong supaya tiket tidak mahal, dari efisiensi di komponen biaya yang kedua mengenai perawatan yang 25 persen -30 persen tadi," ujarnya melalui keterangan resmi.

Menurutnya, apabila pihaknya dapat mengefisienkan MRO tersebut, Pemerintah bisa mendorong pergerakan penumpang yang pada akhirnya juga menggerakkan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gmf aeroasia GMFI gmf aeroasia Garuda Indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top