Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Investasi Sektor Mamin Tahun Ini Tembus Rp65 Triliun, Ini Sebabnya

Pelaku industri makanan dan minuman (mamin) Tanah Air optimistis investasi di sektor tersebut tahun ini bisa melampaui angka rerata Rp65 triliun.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  23:00 WIB
Investasi Sektor Mamin Tahun Ini Tembus Rp65 Triliun, Ini Sebabnya
Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku industri makanan dan minuman (mamin) Tanah Air optimistis investasi di sektor tersebut tahun ini bisa melampaui angka rerata realisasi tahunan sektor tersebut senilai Rp65 triliun.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan target optimistis tersebut mengacu kepada realisasi investasi di sektor mamin pada semester I/2022 yang sudah mencapai Rp43 triliun.

"Kalau semester I/2022 sudah mencapai US$43 triliun, kami optimistis harusnya otomatis tahun ini realisasi investasi lebih dari Rp65 triliun, baik dari skema PMDN maupun PMA" ujar Adhi di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Untuk realisasi dari skema penanaman modal dalam negeri (PMDN), lanjutnya, investasi di sektor mamin nasional tahun ini sudah mencapai angka Rp24 triliun.

Realisasi tersebut sekitar 65 persen dari realisasi sebelum pandemi Covid-19 pada 2019 dengan capaian investasi tahunan di industri makanan dan minuman senilai Rp36,9 triliun.

Sementara untuk penanaman modal asing (PMA), realisasi investasi sektor mamin Indonesia semester I/2022 tercatat sedikit turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Total realisasi investasi sektor mamin pada paruh pertama tahun ini senilai US$,1,2 miliar. Turun dari periode yang sama tahun lalu dengan capaian realisasi senilai US$1,5 miliar.

Kendati demikian, jelas Adhi, realisasi investasi keseluruhan di sektor mamin tercatat cukup impresif. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh permintaan pasar mamin domestik yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gapmmi investasi pmdn industri mamin
Editor : Pandu Gumilar

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top