Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Daftar 5 Negara Sumbang Wisman Tertinggi di 2021, Negara Tetangga Sumbang Paling Banyak

Kemenparekraf mencatat terdapat lima negara yang menyumbang wisatawan tertinggi ke Indonesia sepanjang 2021 di tengah pandemi Covid-19. Apa saja?
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 25 Agustus 2022  |  18:38 WIB
Ini Daftar 5 Negara Sumbang Wisman Tertinggi di 2021, Negara Tetangga Sumbang Paling Banyak
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat terdapat lima negara yang menyumbang wisatawan tertinggi  sepanjang 2021 di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan dengan adanya kebijakan penutupan perbatasan untuk orang asing berimbas pada kunjungan wisman yang menurun secara signifikan hingga minus 75 persen.

Maka dari itu, terjadi perubahan komposisi top 5 wisman 2021 yaitu Papua Nugini dan Amerika Serikat. “5 negara asal wisman teratas adalah Timor Leste, Malaysia, Tiongkok, Papua Nugini, dan Amerika Serikat,” paparnya dalam Rapat Kerja Komisi X DPR, Rabu (24/8/2022).

Melihat data lebih rinci, Timor Leste menyumbang 819.500 kunjungan, Malaysia 480.700 kunjungan, China 54.700 kunjungan, Papua Nugini 31.700 kunjungan, dan Amerika Serikat 21.960 kunjungan.

Bukan hanya tinggi dalam frekuensi kunjungan, Sandiaga menyebutkan lama waktu tinggal pun turut lebih panjang, yakni mulai dari 13 hari hingga 60 hari. Total belanja yang dikeluarkan pun juga turut meningkat dari US$2.165 pada 2020 menjadi US$2.356 di 2021.

Length of stay dibandingkan dengan 2020, ini mengangkat secara drastis, pada 2021 ke hampir 60 hari. Dan total belanja dari US$2100 ke US$2350 lebih dan ini adalah suatu pencapaian yang patut kita syukuri,” jelasnya.

Sementara untuk pergerakan wisatawan nusantara atau wisnus juga terjadi lonjakan menjadi 603 juta perjalanan atau naik 15 persen, seiring semakin kondusifnya situasi Covid-19 di 2021.

Adapun tujuan perjalanan untuk wisnus menuju wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Kelima provinsi tersebut bahkan mendominasi tingkat perjalanan hingga 78 persen.

Sementara Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo menyampaikan adanya kebijakan pembatasan perjalanan untuk menanggulangi pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pariwisata di 2020 yang sangat bergantung dengan perjalanan wisatawan baik mancangera maupun nusantara.

“Dampaknya terlihat dari penurunan nilai kontribusi pariwisata pada ekonomi nasional dari 4,9 persen [Rp786.302,6 miliar] di 2019 menjadi 2,2 persen [Rp346.027,9 miliar] di 2020,” paparnya.

Angela menyampaikan adanya fakta bahwa pariwisata Indonesia mampu bertahan di masa pandemi Covid-19 dibuktikan dengan kontribusi pariwisata Indonesia di 2020 yang lebih tinggi dibandingkan beberapa negera di dunia.

“Pariwisata Indonesia memberikan kontribusi sebesar 2,2 persen, sedangkan Inggris 1,8 persen, Amerika Serikat 1,7 persen, Australia 1,6 persen, dan Kanada 1,1 persen,” jelasnya.

Data juga menunjukkan bahwa sektor pariwisata lebih cepat pulih setelah pandemi Covid-19 terlihat dari pertumbuhan tenaga kerja pariwisata yang lebih tinggi dari pertumbuhan tenaga kerja nasional sebesar 16,2 persen.

Melalui penyerapan tenaga kerja tersebut berdampak positif terhadap peningkatan daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top