Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Embung Sukodono Rampung, 2.233 Ha Lahan Pertanian Dapat Pasokan Air

Embung Sukodono akan memberikan pasokan air untuk 2.233 hektare lahan pertanian di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 22 Agustus 2022  |  14:24 WIB
Embung Sukodono Rampung, 2.233 Ha Lahan Pertanian Dapat Pasokan Air
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi embung. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan proyek embung Sukodono di Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang telah dibangun sejak 2016. Embung tersebut akan memberikan pasokan air untuk 2.233 hektare lahan pertanian.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Lumbung Air Sukodono mendukung pengembangan lumbung pangan (food estate) hortikultura di kawasan perdesaan yang komoditas utamanya buah mangga.

"Penyediaan sarana dan prasarana air salah satunya melalui pembangunan embung untuk ketahanan air dan ketahanan pangan. Saya pesan tolong lebih dilakukan penghijauan di sekitar embung, terlebih lokasinya berdekatan dengan perkebunan mangga" kata Basuki, Senin (22/8/2022).

Direktur Air Tanah dan Air Baku Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agus Rudyanto mengatakan, lumbung air tersebut memiliki luas genangan 28,65 Ha dan total volume tampungan dari kolam lumbung 1, lumbung 2, lumbung 3, dan kolam penenang sebanyak 1,6 juta m3.

Agus mengatakan, dari total luas daerah irigasi 2.233 ha, sebanyak 250 ha akan ditanami mangga oleh PT Galasari selaku pengelola perkebunan mangga dan sisanya nanti sekitar 1.900 ha untuk tanaman hortikultura lainnya untuk para petani sekitar.

"Irigasi Sukodono dibagi menjadi tiga blok yakni blok kiri, tengah dan kanan. Blok kiri untuk lahan irigasi sekitar 900 ha, saat ini BBWS Bengawan Solo sudah membangun jaringan irigasinya berupa box-box untuk menyalurkan air sebanyak kurang lebih 36 buah," kata Agus.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Maryadi Utama menambahkan, selain untuk irigasi, lumbung air ini juga difungsikan untuk pemenuhan air baku sebesar 30 liter per detik bagi 9 desa yang berada di dua kecamatan.

"Saat ini pada tahun 2022, sedang dilakukan rehabilitasi embung untuk penanganan longsor, ditargetkan rampung pada akhir 2022. Untuk ke depannya sesuai arahan Menteri PUPR pengelolaan air bakunya akan bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Embung Desa lahan pertanian food estate Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top